SEMARANG, Kabarjateng.id – Acara Rakerda DPD PSI Kota Semarang dengan Sertijab kepengurusan periode 2025-2030, membuka pintu aksi penyampaian aspirasi struktural DPC PSI se-Kota Semarang.
Rakerda PSI Semarang di Hotel Trizz Semarang, pada Minggu (11/1) sore, sekaligus menjadi ruang dinamika internal partai antara DPD, DPC, dan jajaran PSI tingkat provinsi.
Pada hari itu, Rakerda PSI Semarang, terjadi interupsi para peserta yang sebagian besar adalah pengurus DPC PSI se-Kota Semarang.
Interupsi muncul saat pembacaan susunan pengurus baru DPD PSI Kota Semarang.
Situasi ini ketika pembacaan Surat Keputusan (SK) kepengurusan baru oleh Ketua DPW PSI Jawa Tengah, Antonius Yogo Prabowo.
Akibat dinamika internal ini, para awak media yang meliput Rakerda PSI Semarang keluar ruangan.
Pemicu hal ini karena ada diskusi internal dadakan antara DPD PSI Kota Semarang, perwakilan DPC, serta Ketua DPW PSI Jawa Tengah.
Diskusi internal disebut sebagai bagian dari proses konsolidasi dan penyelarasan organisasi PSI Semarang dalam proses Sertijab.
Tidak berselang lama, Ketua DPD PSI Kota Semarang, Bangkit Mahanantiyo, memberikan keterangan kepada awak media.
Ia menegaskan bahwa Rakerda dan Sertijab PSI Semarang kali ini menjadi pembelajaran penting bagi seluruh kader PSI dan DPC Kota Semarang.
Menurutnya, dinamika yang muncul merupakan proses pendewasaan politik dalam tubuh PSI Semarang.
“Jadi hari ini sedang ada proses penyelarasan pendewasaan politik DPD PSI Kota Semarang. Dari Rakerda dan Sertijab ini, kami mematuhi segala bentuk perintah dan tugas dari DPP PSI,” ujar Bangkit.
Ia menegaskan DPD PSI Kota Semarang siap menjalankan perintah Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, membawa Semarang menjadi “Kandang Gajah”.
Lebih lanjut, Bangkit menyampaikan target politik PSI Semarang ke depan.
15 Kursi
DPD PSI Kota Semarang dari konsolidasi DPC dan hasil Rakerda, menargetkan Pemilu 2029 dengan raihan 15 kursi.
Target ini menandakan peningkatan dua hingga tiga kali lipat dari perolehan kursi saat ini.
Ia menegaskan bahwa Rakerda PSI Semarang tetap terbuka bagi kader, simpatisan, DPC, hingga masyarakat umum.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan anggota DPRD Fraksi PSI Kota Semarang, Irwan Leokita, menilai dinamika dalam Rakerda PSI Semarang sebagai proses dinamika organisasi.
Sementara itu, salah satu pengurus DPC PSI Semarang menyampaikan aspirasi adanya isu dugaan sabotase penyusunan kepengurusan DPD PSI Kota Semarang.
Ketua DPC PSI Semarang Utara, Hanif, mengungkapkan bahwa pihaknya menduga adanya intervensi dalam proses kepengurusan.
“Kami cenderung kok menduga sabotase, susunan kepengurusan DPD PSI Kota Semarang menuju DPP yang telah menjadi kesepakatan seluruh DPC, bahkan dugaan intervensi,” kata Hanif di sela Rakerda PSI Semarang.
Editor: Wahyu Hamijaya







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.