SEMARANG, Kabarjateng.id — Polres Semarang bekerja sama dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menggelar pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bagi pelajar di Kabupaten Semarang, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan edukatif ini diikuti perwakilan siswa-siswi terbaik dari 20 sekolah, dengan masing-masing sekolah mengirimkan lima peserta terpilih sebagai duta literasi digital di lingkungan mereka.
Pelatihan berlangsung di Auditorium Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Jalan Diponegoro, Ungaran. Acara dibuka langsung oleh Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, S.I.K., M.Si., yang menekankan pentingnya pemahaman teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab di tengah pesatnya perkembangan era digital.
Dalam sambutannya, Kapolres menjelaskan bahwa kolaborasi bersama Mafindo melalui program AI Ready ASEAN merupakan langkah strategis untuk meningkatkan literasi digital generasi muda sekaligus memperkuat karakter pelajar agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan produktif.
Materi pelatihan dikemas secara interaktif, termasuk analogi menarik yang menggambarkan AI seperti bara api—memberikan manfaat besar jika digunakan dengan tepat, namun berpotensi menimbulkan dampak negatif apabila disalahgunakan.
AKBP Ratna juga menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis serta tanggung jawab moral.
“Artificial Intelligence ibarat bara api. Jika dimanfaatkan dengan benar, akan membawa manfaat besar bagi kehidupan dan masa depan. Namun jika disalahgunakan, dampaknya bisa merugikan secara sosial maupun individu. Karena itu, kami mengajak para pelajar untuk bijak dalam menggunakan teknologi,” ujarnya.
Ia berharap para peserta dapat menjadi pelopor literasi digital di sekolah masing-masing.
Para siswa yang hadir diharapkan mampu menularkan pemahaman tentang penggunaan teknologi yang sehat, produktif, dan beretika kepada teman-temannya, sekaligus terus mengembangkan potensi diri.
Kegiatan serupa juga digelar serentak di sejumlah wilayah jajaran Polda Jawa Tengah, di antaranya Surakarta, Karanganyar, Kabupaten Tegal, Ungaran, dan Jepara, sebagai bagian dari upaya menyeluruh dalam meningkatkan kesiapan generasi muda menghadapi era digital.
Menambah semangat peserta, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo hadir langsung memantau jalannya pelatihan dan berdialog dengan para pelajar.
Dalam arahannya, Kapolda mengapresiasi inisiatif edukasi teknologi tersebut sebagai langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda yang adaptif, inovatif, dan berintegritas.
“Perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence, tidak dapat kita hindari. Yang penting adalah bagaimana kita membekali generasi muda agar mampu memanfaatkannya untuk hal-hal positif, pengembangan ilmu pengetahuan, serta kemajuan bangsa,” tegasnya.
Salah satu peserta dari SMA Negeri 1 Bergas mengaku pelatihan ini membuka wawasannya terkait pemanfaatan AI, terutama dalam mendukung proses belajar dan pengembangan pengetahuan.
Ke depan, program edukasi teknologi dan literasi digital semacam ini direncanakan akan terus berlanjut sebagai bentuk komitmen bersama dalam menyiapkan generasi muda yang cerdas digital sekaligus berkarakter kuat.
Editor: Mualim







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.