SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemerintah Kota Semarang mengambil langkah cepat untuk membantu nelayan di wilayah pesisir Semarang Utara yang terdampak musim angin barat.
Kondisi cuaca ekstrem tersebut menyebabkan banyak nelayan tidak dapat melaut dalam waktu cukup lama, sehingga berpengaruh langsung pada pendapatan dan pemenuhan kebutuhan keluarga.
Melalui kegiatan Temu Warga Lokal yang digelar di Kecamatan Semarang Utara, Jumat (9/1), Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyerahkan sebanyak 400 paket bantuan sembako kepada warga nelayan.
Bantuan tersebut disalurkan dengan skema satu paket untuk setiap kepala keluarga.
Setiap paket sembako berisi kebutuhan pokok berupa beras medium seberat 2,5 kilogram, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, susu, serta lauk siap saji.
Bantuan ini diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan harian warga selama masa paceklik akibat cuaca buruk.
Agustina menyampaikan bahwa musim angin barat sering kali membuat nelayan terpaksa berhenti melaut selama dua minggu hingga beberapa bulan.
Dalam kondisi tersebut, kehadiran pemerintah menjadi sangat penting untuk memastikan warga tetap bisa bertahan.
“Ketika nelayan tidak bisa melaut karena cuaca, pemerintah harus hadir untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Ini bentuk tanggung jawab kami kepada warga,” ujarnya.
Selain menyalurkan bantuan pangan, Pemkot Semarang juga menyiapkan langkah lanjutan berupa alternatif kegiatan ekonomi agar nelayan tetap produktif.
Salah satu solusi yang ditawarkan adalah pengembangan budidaya ikan air tawar dengan sistem bioflok, yang dinilai masih sejalan dengan keahlian masyarakat pesisir.
Tak hanya itu, pemerintah juga mendorong pengolahan hasil laut dan pemanfaatan limbah kerang menjadi produk kerajinan, khususnya bagi kaum perempuan.
Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga roda perekonomian keluarga tetap berjalan selama nelayan tidak melaut.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menaruh perhatian khusus pada nelayan yang mengalami kerusakan kapal akibat gelombang tinggi.
Pemkot akan berkoordinasi untuk membantu pembiayaan perbaikan kapal agar nelayan dapat kembali beraktivitas saat kondisi laut membaik.
Rangkaian Temu Warga Lokal di Semarang Utara juga diisi dengan peninjauan hasil betonisasi Jalan Lodan, peresmian Posyandu di Sport Center Bandarharjo, serta pengecekan instalasi pengolahan air limbah di Kampung Mangut.
Agustina menegaskan bahwa turun langsung ke lapangan merupakan cara paling efektif untuk memahami persoalan warga secara menyeluruh, sehingga setiap kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran.
“Pemerintah tidak cukup bekerja dari balik meja. Kami harus hadir langsung di tengah masyarakat agar warga tidak merasa menghadapi kesulitan sendirian,” pungkasnya. (day)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.