SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat merespons kondisi rumah tidak layak huni yang ditempati Kamijah (87), seorang lansia yang tinggal seorang diri di RT 4 RW 1, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, melakukan kunjungan langsung ke kediaman Mbah Kamijah pada Jumat (23/1/2026) untuk memastikan penanganan segera dilakukan.
Dalam kunjungannya, Agustina menegaskan bahwa renovasi rumah tersebut akan mulai dikerjakan pada awal Februari mendatang.
Perbaikan difokuskan pada aspek keselamatan dan kenyamanan hunian agar layak ditempati oleh lansia yang hidup mandiri.
“Awal Februari pembangunan akan dimulai. Rumah ini akan diperbaiki agar lebih aman dan nyaman, sehingga Mbah Kamijah bisa tinggal dengan tenang tanpa rasa khawatir,” ujar Agustina.
Saat ini, Mbah Kamijah tinggal di bangunan sederhana berbahan batako berukuran kecil yang berfungsi ganda sebagai ruang tidur dan kamar mandi.
Meski berdiri di atas tanah milik keluarga dengan satu sertifikat resmi, Agustina memastikan renovasi hanya menyasar bangunan fisik tanpa menyentuh aspek kepemilikan lahan.
“Perbaikan dilakukan secara teknis dan hati-hati, sehingga tidak menimbulkan persoalan hukum terkait status tanah. Hak keluarga tetap terlindungi,” jelasnya.
Menurut Agustina, program perbaikan rumah tidak layak huni merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan bagi warga rentan, khususnya lansia dan masyarakat kurang mampu.
Ia menekankan bahwa upaya ini bukan sekadar membangun fisik rumah, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan kepastian hidup bagi warganya.
“Ini bukan hanya soal bangunan, tapi tentang kemanusiaan. Kami tidak ingin ada warga, apalagi lansia yang hidup sendiri, harus tinggal di rumah yang tidak memenuhi standar kesehatan dan keselamatan,” tegasnya.
Pemkot Semarang berkomitmen untuk terus melakukan pendataan dan penanganan rumah tidak layak huni secara berkelanjutan, seiring penguatan program perlindungan sosial.
Pemerintah juga akan lebih aktif menyisir wilayah untuk memastikan lansia yang hidup mandiri mendapatkan perhatian dan bantuan yang dibutuhkan.
“Saya ingin seluruh warga Kota Semarang bisa menjalani masa tua dengan tenang dan nyaman di rumah mereka sendiri,” pungkas Agustina. (day)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.