SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memberikan bantuan warga yang mengalami musibah kebakaran serta rumah ambruk wilayah Kelurahan Kaligawe dan Kelurahan Krobokan.
Penyaluran bantuan melalui Dinas Sosial itu sebagai bentuk tanggap darurat sekaligus kepedulian pemerintah kepada warganya.
Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Agus Junaedi, menjelaskan bahwa langkah cepat ini merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng.
Dengan tujuan agar setiap warga yang sedang mengalami bencana segera memperoleh perhatian, pendampingan, dan bantuan kebutuhan dasar.
Menurut Agus, pemerintah kota komitmen memastikan warga tidak merasa sendiri saat menghadapi musibah.
Karena itu, begitu menerima laporan, petugas langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan menyiapkan bantuan sesuai kebutuhan.
Pemkot menyerahkan bantuan pertama kepada Shanti, warga Sawah Besar Gang XI RT 08 RW 05, Kelurahan Kaligawe, Kecamatan Gayamsari.
Dapur rumah korban mengalami kebakaran yang meskipun tidak meluas, tetap membutuhkan penanganan cepat agar aktivitas sehari-hari dapat kembali normal.
Selain itu, penyerahan bantuan kepada Bambang Rusdiyono, warga Jalan Wiroto Raya Nomor 38 RT 03 RW 07, Kelurahan Krobokan, Kecamatan Semarang Barat.
Rumah miliknya ambruk akibat kondisi bangunan yang sudah rapuh karena usia.
Adapun penyaluran bantuan darurat ini menyesuaikan kebutuhan masing-masing korban.
Paket bantuan meliputi peralatan dapur, kasur lipat, kasur gulung, selimut, serta sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan harian.
Agus menambahkan, proses penyaluran bantuan ini atas laporan melalui RT, RW, hingga pihak kelurahan.
Setelah laporan, tim Dinas Sosial melakukan verifikasi lapangan sebelum pengiriman bantuan.
Ia menegaskan bahwa perlindungan sosial merupakan tugas utama Dinas Sosial.
Utamanya, bagi warga yang sedang mengalami musibah bencana seperti kebakaran, banjir, rumah roboh, maupun kelompok rentan hingga penyandang disabilitas.
Pengajuan Bantuan
Selain itu, pemkot semarang mengimbau agar masyarakat tidak ragu melaporkan setiap kejadian musibah yang menimpa warga lingkungan sekitar.
Sebab proses pengajuan bantuan cukup mudah, bahkan laporan awal dapat melalui sambungan telepon sebelum melengkapi administrasi.
Dalam kondisi darurat, bantuan juga dapat langsung disalurkan sambil menunggu dokumen pendukung seperti KTP, Kartu Keluarga, dan berkas lainnya.
Hal ini dilakukan agar warga terdampak dapat segera tertolong dan kebutuhan mendesak dapat terpenuhi secepat mungkin. (day)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.