SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus menggencarkan langkah kurangi ancaman banjir dengan melakukan pembersihan sungai secara rutin.
Upaya ini melalui kegiatan kerja bakti pembersihan aliran sungai dari kawasan Kembangsari, tepatnya depan Hotel MG Setos, Kecamatan Semarang Tengah, pada Jumat (30/1).
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menekankan bahwa sungai memiliki peran vital keamanan dan kenyamanan kota, khususnya wilayah yang memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi.
Oleh karena itu, kegiatan pembersihan tidak secara sporadis, melainkan menyeluruh dari hulu hingga hilir melibatkan unsur pemerintah, warga, serta komunitas.
Ia menjelaskan, partisipasi masyarakat menjadi faktor penting menjaga kelestarian lingkungan perkotaan.
Menurutnya, kolaborasi dari Kecamatan Semarang Tengah dapat menjadi contoh bagi kecamatan lain agar memiliki semangat gotong royong serupa.
Dengan keterlibatan langsung, Agustina optimis persoalan seperti tanggul rusak, bantaran sungai rapuh, pohon rimbun, hingga hambatan teknis lain akan dapat segera selesai tanpa harus menunggu waktu lama.
Selain fokus upaya mitigasi bencana banjir, Pemkot Semarang juga melihat potensi lain dari jalur inspeksi sungai.
Agustina mengungkapkan rencana penataan area ini agar lebih rapi dan aman sehingga dapat sebagai ruang publik yang produktif.
Salah satu gagasannya adalah menjadikan jalur inspeksi sebagai lintasan sepeda yang nyaman dan menarik.
Sehingga mampu mendukung sektor pariwisata sekaligus gaya hidup sehat masyarakat.
Kegiatan kerja bakti kurangi ancaman banjir ini juga melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Menunjukkan kepedulian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama tanpa memandang latar belakang komunitas.
Kehadiran lintas unsur masyarakat ini, menurut Wali Kota Agustina mampu memperkuat semangat persatuan, sekaligus membangun kesadaran kolektif menjaga kebersihan sungai.
Program Pembersihan
Pemerintah Kota Semarang berkomitmen untuk terus melaksanakan program pembersihan sungai secara berkelanjutan berbagai wilayah.
Langkah ini tidak hanya bertujuan menekan risiko banjir, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan kenyamanan warga.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan kondisi sungai di Kota Semarang semakin terjaga, bersih, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh lapisan masyarakat. (day)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.