SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemerintah Kota Semarang terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui kolaborasi koperasi dan pasar rakyat.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menghadiri pembukaan Bazar Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Pasar Rakyat Bangetayu Kulon, Minggu (8/2), yang menghadirkan sembako murah sekaligus membuka peluang bagi ratusan pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk unggulannya.
Kegiatan bazar ini menjadi contoh sinergi antara koperasi dan pasar rakyat dalam menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat.
Selain membantu menekan harga pangan, kegiatan tersebut juga memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Kecamatan Genuk dan sekitarnya.
Wali Kota Semarang menyampaikan apresiasi atas kolaborasi warga dan pengurus Koperasi Merah Putih yang mampu menghadirkan pasar berbasis ekonomi kerakyatan.
Ia berharap model sinergi ini dapat direplikasi di wilayah lain guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperluas akses sembako murah.
Kawasan Bangetayu Kulon yang berbatasan dengan Kabupaten Demak kini berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi lokal.
Ratusan pelaku UMKM turut meramaikan bazar dengan menjual produk kuliner, kerajinan, hingga kebutuhan rumah tangga.
Ketua Paguyuban Pasar Rakyat Bangetayu Kulon, Walid, mengungkapkan bahwa pasar yang awalnya hanya memiliki sekitar 20 lapak kini berkembang hingga 250 lapak aktif, bahkan masih banyak pedagang yang menunggu giliran karena keterbatasan ruang.
Menanggapi aspirasi pedagang, Wali Kota menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur penunjang, khususnya pengerasan jalan di kawasan pasar.
Infrastruktur yang memadai diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan aktivitas jual beli serta memperluas potensi pertumbuhan ekonomi lokal.
Ia juga menekankan pentingnya ekonomi sirkular yang terus berputar setiap pekan melalui kegiatan pasar rakyat.
Menurutnya, aktivitas ekonomi yang konsisten dapat membantu menjaga stabilitas harga, menekan inflasi daerah, serta meningkatkan daya beli masyarakat.
Pemerintah Kota Semarang bahkan telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp40 miliar untuk penanganan banjir di wilayah Genuk guna mendukung keberlangsungan kegiatan ekonomi warga.
Dalam bazar tersebut, masyarakat dapat memperoleh paket sembako murah mulai Rp30.000 hingga Rp75.000 serta Minyak Kita dengan harga terjangkau.
Program ini diharapkan mampu membantu warga menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan.
Di akhir kegiatan, Wali Kota mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pasar, terutama pengelolaan sampah dan saluran air.
Ia mengajak seluruh pedagang dan pengunjung untuk bersama-sama menjaga kebersihan demi kenyamanan serta mencegah potensi banjir di masa mendatang. (day)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.