SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemuda Panca Marga (PPM) Legiun Veteran Republik Indonesia Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi dan buka puasa bareng di Warung Makan Kapau Uda Uni, Jalan Ngesrep Timur, Kota Semarang, Selasa (3/3/2026).
Forum ini menjadi ajang konsolidasi menyeluruh untuk memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kabupaten/kota.
Ketua PPM LVRI Jawa Tengah, Adhi Siswanto Wisnu Nugroho, S.Pd, M.Th, menegaskan pihaknya fokus menuntaskan pelantikan pimpinan cabang di 35 kabupaten/kota selama 2026.
Ia meminta seluruh jajaran bergerak cepat agar proses pembentukan dan pengukuhan kepengurusan tidak berlarut-larut.
“Kami susun langkah percepatan. Tahun ini seluruh cabang harus sudah terbentuk dan dilantik,” tegas Adhi.
Dalam waktu dekat, PPM LVRI Jateng memprioritaskan pelantikan cabang di wilayah Karesidenan Semarang dan Karesidenan Kedu.
Sekitar 12 cabang target rampung sepanjang Maret, sementara wilayah Kedu tuntas paling lambat April.
Selain mempercepat pelantikan, pengurus daerah juga melakukan penataan ulang struktur organisasi.
Pengurus yang tidak aktif akan terkena reshuffle demi menjaga soliditas dan mencegah potensi dualisme kepemimpinan di tingkat cabang.
Bagi daerah yang belum siap membentuk kepengurusan, PPM LVRI Jateng telah menunjuk koordinator wilayah (korwil).
Setiap korwil punya tanggung jawab mengoordinasikan enam kabupaten/kota dalam satu karesidenan untuk memastikan pembentukan embrio organisasi jalan efektif.
Administrasi tertib, Ekonomi Kuat
Tak hanya membenahi struktur, PPM LVRI Jateng juga menertibkan administrasi keanggotaan.
Seluruh anggota wajib memiliki kartu tanda anggota (KTA) resmi.
Pengurus juga merapikan sistem iuran wajib dan sukarela agar pengelolaan organisasi lebih transparan dan akuntabel.
Di sisi lain, setiap cabang didorong mengembangkan usaha ekonomi kreatif guna mendukung kemandirian organisasi.
Harapannya, langkah ini mampu memperkuat pembiayaan kegiatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota.
“Kami ingin cabang-cabang memiliki kegiatan usaha yang produktif dan berkelanjutan,” ujar Adhi.
LBH Siap Dampingi Anggota dan Masyarakat
PPM LVRI Jateng juga mengoptimalkan peran lembaga bantuan hukum (LBH) internal.
Tim advokat akan memberikan pendampingan kepada anggota yang menghadapi persoalan hukum.
Selain itu, layanan profesional juga dibuka bagi masyarakat umum yang membutuhkan bantuan hukum.
Menurut Adhi, langkah tersebut tidak hanya memperluas kontribusi sosial organisasi, tetapi juga menjadi sumber pemasukan tambahan untuk mendukung operasional.
Teguhkan Jiwa Korsa
Dalam rapat tersebut, Adhi mengingatkan pentingnya loyalitas dan jiwa korsa di antara anggota.
Ia mengajak seluruh kader membangun rasa kekeluargaan dan solidaritas yang kuat.
“Satu dijiwit, liane melu sakit semua. Satu senang kita senang bersama,” ungkapnya.
Melalui konsolidasi ini, PPM LVRI Jawa Tengah bertekad membangun organisasi yang solid, profesional, dan mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Editor: Mualim







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.