Menu

Mode Gelap
 

Kabar Semarang · 17 Feb 2026 19:49 WIB

Jelang Ramadan, Wali Kota Agustina Pastikan Inflasi Terkendali


					Jelang Ramadan, Wali Kota Agustina Pastikan Inflasi Terkendali Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus memantau pergerakan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, memastikan inflasi tetap berada dalam kategori stabil meskipun sejumlah komoditas mulai menunjukkan kenaikan harga.

Agustina menegaskan, Pemkot Semarang mengandalkan sistem pemantauan harga untuk mengawasi dinamika pasar secara berkala.

Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat membaca pergerakan harga dan mengambil langkah cepat jika terjadi lonjakan signifikan.

“Kita punya sistem alat pemantauan harga. Ya stabil, tapi terus kita pantau,” ujar Agustina, Selasa (17/2).

Siapkan Operasi Pasar

Untuk mengantisipasi lonjakan harga yang lebih tinggi, Pemkot Semarang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan menyiapkan operasi pasar.

Pemerintah tidak menggelar operasi pasar dalam skala besar, melainkan menjalankan intervensi skala kecil yang menyasar langsung titik-titik perdagangan dan pasar tradisional.

“Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan akan melakukan operasi pasar. Bukan operasi pasar besar, tapi operasi pasar kecil-kecil yang mengintervensi pasar dan spot-spot perdagangan,” jelasnya.

Selain itu, Agustina mengingatkan para pedagang agar menjaga kewajaran harga.

Ia menilai kenaikan harga yang terlalu tinggi dapat memicu inflasi berkepanjangan dan berdampak pada melemahnya daya beli masyarakat.

Jika kondisi tersebut terjadi, perputaran ekonomi ikut terganggu dan pedagang pun berpotensi merugi.

“Jualan ya boleh saja jualan. Tapi kita harus memahami bahwa kalau kenaikan harga terlalu tinggi itu akan menimbulkan inflasi,” ucapnya.

“Kalau inflasi dalam kurun waktu yang sangat panjang itu juga akan membuat ekonomi rontok. Kalau ekonomi rontok enggak ada orang punya uang, yang jualan juga enggak laku,” imbuhnya.

Terkait usulan dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai penggratisan layanan transportasi BRT dan air bersih Perumda Air Minum (PDAM) untuk menekan inflasi, Agustina menilai kebijakan tersebut bisa diterapkan jika angka inflasi menyentuh batas tertentu.

Saat ini, pemerintah masih fokus memantau perkembangan situasi sebelum mengambil keputusan lanjutan.

“Saya kira seperti tahun yang lalu, signifikan untuk menekan inflasi. Jika inflasi sudah mencapai angka tertentu memang akan kita lakukan. Tapi sekarang masih kita pantau,” katanya.

Penanganan Banjir dan Penguatan Sektor Lingkungan

Di sisi lain, Agustina juga menegaskan komitmen pemerintah terhadap penanganan banjir dan penguatan sektor lingkungan.

Pemkot Semarang mengalokasikan anggaran sekitar Rp500 miliar untuk sektor lingkungan dan banjir, serta Rp1,6 triliun untuk pembangunan infrastruktur secara keseluruhan.

Dengan langkah antisipatif tersebut, Pemkot Semarang berupaya menjaga stabilitas harga, mempertahankan daya beli masyarakat selama Ramadan, serta memastikan pembangunan infrastruktur dan pengendalian banjir berjalan optimal. (day)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Exit Tol Fungsional Ambarawa Siap Digunakan, Polres Semarang Siagakan Personel

11 Maret 2026 - 22:54 WIB

Pengadilan Tinggi Jawa Tengah Kuatkan Putusan PN Jepara Terkait Sengketa Penarikan Mobil

11 Maret 2026 - 22:26 WIB

Salah Ikuti Google Maps, Ford Fiesta Nyungsep dan Tabrak Rumah Warga di Ungaran Timur 

11 Maret 2026 - 22:02 WIB

Kapolres Tegal Cek Kesiapan Pos Pengamanan Ops Ketupat Candi 2026

11 Maret 2026 - 20:41 WIB

Polres Tegal Laksanakan Ramp Check Bus Pariwisata di Pool Dedy Jaya

11 Maret 2026 - 20:37 WIB

Selama 2 Pekan, Polres Jepara Ungkap 24 Kasus Prostitusi dan Amankan 41 Orang

11 Maret 2026 - 19:33 WIB

Trending di Hukum & Kriminal