SEMARANG, Kabarjateng.id – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai Provinsi Jawa Tengah sebagai daerah paling siap dalam pelaksanaan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KKMP).
Penilaian tersebut disampaikannya saat meninjau langsung KKMP Sampangan di Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Jumat (30/1).
Dalam kunjungan itu, Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas mengungkapkan bahwa dirinya mendapat mandat untuk memantau langsung implementasi KKMP di berbagai wilayah Indonesia dan melaporkannya kepada Presiden Prabowo Subianto.
Dari hasil peninjauan tersebut, Jawa Tengah dinilai menonjol dibanding daerah lain.
“Saya sudah keliling ke Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, hingga Purbalingga. Semua saya laporkan langsung, dan Presiden sangat senang. Saya sampaikan bahwa Jawa Tengah yang paling siap,” ujar Zulhas.
Ia menambahkan, kesiapan tersebut tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah, sinergi lintas sektor, serta peran aktif hingga tingkat kelurahan.
Menurutnya, model pelaksanaan KKMP di Jawa Tengah, termasuk di Kota Semarang, layak dijadikan rujukan nasional.
Zulhas menegaskan bahwa KKMP merupakan bagian dari program strategis Presiden Prabowo yang saling terintegrasi, mulai dari agenda swasembada pangan, pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga penguatan ekonomi berbasis koperasi di tingkat desa dan kelurahan.
Ia menargetkan operasional penuh KKMP dapat dimulai pada Maret mendatang.
“Semua program ini saling berkaitan. Tanpa swasembada pangan, kita akan terus bergantung pada impor. Karena itu, koperasi menjadi salah satu tulang punggungnya,” jelasnya.
Ke depan, KKMP juga direncanakan menjadi pemasok utama bahan pangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan apresiasi atas kesiapan dan konsep KKMP Sampangan yang dinilainya sudah matang.
Ia menyebut koperasi tersebut berpotensi menjadi percontohan nasional.
“Koperasi Merah Putih di Semarang sudah memiliki kemasan dan tata kelola yang baik. Tidak heran jika banyak daerah lain datang untuk studi banding,” kata Agustina.
Meski demikian, ia mengakui bahwa pengelolaan koperasi berskala besar di wilayah perkotaan memiliki tantangan tersendiri.
Namun dengan dukungan pemerintah pusat, kebijakan yang berpihak, serta semangat gotong royong, Agustina optimistis KKMP Sampangan dapat beroperasi secara berkelanjutan.
Saat ini, Kota Semarang memiliki 177 koperasi kelurahan. Dari jumlah tersebut, sembilan koperasi telah aktif dengan omzet harian di atas Rp10 juta, bahkan salah satunya mencapai perputaran hingga Rp70 juta per hari.
Di sisi lain, Ketua KKMP Sampangan Kuncar Asrianto menyatakan bahwa koperasinya telah berjalan sebelum gedung baru selesai dibangun.
Ia menegaskan kesiapan penuh untuk segera beroperasi.
“Kami sudah bekerja sama dengan Bulog, Dinas Ketahanan Pangan, BRI, Pos Indonesia, hingga Pertamina. Tinggal menambah volume usaha,” ujarnya.
Adapun produk yang disiapkan meliputi beras SPHP, beras premium, Minyakita, serta berbagai komoditas UMKM lokal seperti bawang merah, bawang putih, dan telur yang akan disalurkan ke anggota koperasi maupun kios-kios kecil. (day)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.