SEMARANG, Kabarjateng.id — Hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Semarang pada Kamis siang, 12 Februari 2026.
Cuaca ekstrem tersebut memicu sejumlah bencana, mulai dari tanah longsor, tanah amblas, hingga jebolnya pagar bumi yang menyebabkan banjir bandang di beberapa titik.
Merespons cepat situasi darurat, Polres Semarang langsung menerjunkan regu siaga Bhayangkara ke wilayah terdampak.
Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, SIK., M.Si., bahkan turun langsung memimpin penanganan di lapangan. Sebanyak 61 personel disiagakan untuk membantu evakuasi, pengamanan, serta mitigasi bencana.
Salah satu lokasi terdampak berada di Jalan Jati Raya, Kelurahan Kalirejo. Longsoran material tanah sempat menutup jalur alternatif menuju Mranggen, Kabupaten Demak, sehingga mengganggu akses masyarakat.
Bersama BPBD Kabupaten Semarang, petugas Damkar, dan warga setempat, Kapolres beserta personel melakukan evakuasi material longsor sekaligus mengatur arus lalu lintas.
Satu unit ekskavator milik BPBD diterjunkan guna mempercepat pembersihan. Setelah material dipindahkan, petugas Damkar menyemprot badan jalan agar kembali aman dilalui kendaraan.
Usai menangani longsor, AKBP Ratna melanjutkan peninjauan ke Perumahan Griya Bukit Jati Asri, Kalirejo, yang terdampak tanah amblas dan jebolnya talud belakang rumah warga.
“Kejadian sekitar pukul Rumah yang tanahnya amblas milik ibu Sukarti (54 Th) dan yang satunya rumah kosong, sedangkan yang mengalami banjir bandang akibat pagar bumi jebol milik bapak Imam (46 Th) yang lokasinya 1 komplek perumahan,” ujar Kapolres.
Kapolres menjelaskan bahwa pihaknya fokus memastikan keamanan warga sekaligus melakukan mitigasi agar bencana susulan tidak terjadi.
Personel siaga Bhayangkara juga disebar ke beberapa titik lain, termasuk Desa Gogik, Kecamatan Ungaran Barat.
“Polres Semarang membagi 61 personel siaga Bhayangkara di lokasi terdampak bencana, disini dan ada juga ada di wilayah Ds. Gogik Kec. Ungaran Barat,” tambahnya.
Di lokasi perumahan, petugas bersama BPBD membuat saluran air serta kolam penampungan darurat untuk mengalihkan debit air hujan.
Langkah tersebut diambil setelah ditemukan tidak adanya saluran air di lahan kosong belakang perumahan yang diduga menjadi pemicu banjir dan tanah amblas.
Sejumlah pejabat turut hadir mendampingi penanganan, di antaranya Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Bagus Suryokusumo, serta Kepala BPBD Kabupaten Semarang Alexander Gunawan.
Mereka menilai kejadian ini menjadi evaluasi bersama terkait sistem drainase dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Di sela kegiatan, Kapolres juga memberikan dukungan moril kepada warga terdampak, termasuk keluarga Sukarti yang suaminya tengah sakit stroke.
Personel turut memberikan trauma healing agar kondisi psikologis keluarga tetap terjaga pascabencana.
Polres Semarang memastikan akan terus melakukan pemantauan dan pengamanan wilayah rawan guna menjaga keselamatan masyarakat serta mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Editor: Mualim







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.