SEMARANG, Kabarjateng.id –
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan bahwa pemerintah kota terus memperkuat agenda modernisasi armada dan transformasi layanan pada sistem transportasi publik Trans Semarang.
Dalam evaluasi terbaru, ia menyampaikan sejumlah temuan dan laporan teknis dari BLU Trans Semarang terkait peningkatan keselamatan dan keandalan operasional.
“Trans Semarang harus dikelola secara profesional dan memenuhi standar kelayakan yang ketat. Ini bagian dari komitmen Pemkot Semarang untuk memberikan layanan yang aman dan berkualitas bagi masyarakat,” ujar Agustina Wilujeng dalam keterangan resminya kepada Kabarjateng.id, Kamis (4/12) sore.
Ia menyampaikan bahwa BLU Trans Semarang kini melakukan verifikasi kelayakan armada secara lebih disiplin melalui pemeriksaan fisik dan dokumen.
Pemeriksaan fisik dilakukan setiap hari sebelum bus diberangkatkan dari pool.
“Saya menerima laporan bahwa pengecekan dilakukan setiap pagi, termasuk ramp check ringan oleh petugas BLU. Setiap armada Trans Semarang wajib memenuhi SPM sebelum melayani penumpang,” tuturnya.
Menurut Agustina Wilujeng, pemeriksaan tersebut menjadi langkah penting dalam percepatan modernisasi armada Trans Semarang.
Apabila petugas menemukan adanya gangguan teknis, unit tersebut tidak akan diizinkan beroperasi sebelum diperbaiki.
“Petugas langsung meneruskan temuan ke mekanik operator. Setelah diperbaiki, armada dicek lagi untuk memastikan benar-benar laik jalan. Tidak ada unit yang dilepas sebelum dinyatakan aman,” kata Wali Kota Semarang.
Ia juga menegaskan bahwa ketentuan teknis terhadap operator diberlakukan tanpa pengecualian.
Jika ada bus yang tidak lolos uji kelayakan, maka operator wajib mengganti atau memperbaiki unit tersebut sesuai kontrak.
“Kontrak sudah mengatur dengan jelas. Bila tidak memenuhi kelayakan, operator harus mengganti atau memperbaiki. Ini bukan hanya aturan, tetapi bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan warga,” tegasnya.
Di samping aspek teknis kendaraan, Agustina Wilujeng menyampaikan bahwa BLU Trans Semarang juga terus meningkatkan kompetensi pengemudi dan kru melalui pelatihan berkala.
Pelatihan tersebut mencakup aspek keselamatan, standar layanan, penanganan penumpang, hingga respons terhadap situasi darurat.
“Modernisasi armada itu penting, tapi transformasi layanan tidak akan maksimal tanpa peningkatan kualitas SDM. Pengemudi dan kru Trans Semarang harus memiliki kemampuan pelayanan yang baik,” ujarnya.
Wali Kota juga memaparkan laporan BLU mengenai manajemen beban operasional.
BLU Trans Semarang melakukan monitoring terhadap kebutuhan subsidi, efisiensi BOK, serta kesesuaian kontrak operator.
Langkah itu, menurutnya, bertujuan menjamin keberlanjutan pelayanan meski ada penambahan armada.
“Trans Semarang harus tetap stabil secara operasional. Penambahan armada jangan sampai menurunkan kualitas layanan. Evaluasinya harus dilakukan rutin dan berbasis data,” ungkap Agustina.
Pada koridor-koridor dengan volume tinggi, khususnya koridor I, II, III, IV, dan FIII, pengetatan pengawasan operasional sedang diperkuat.
Agustina menjelaskan bahwa koridor-koridor tersebut membutuhkan kehandalan layanan lebih tinggi.
“Trans Semarang sedang memperkuat pengawasan di koridor padat. Ritme perjalanan, headway, dan ketepatan jadwal harus dijaga. Ini sangat penting karena mobilitas warga paling banyak bergerak di koridor tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan transformasi layanan Trans Semarang harus mencakup kecepatan respons terhadap masalah teknis maupun manajerial.
Laporan BLU menyebutkan adanya evaluasi berkala untuk memastikan seluruh sistem layanan berjalan sesuai standar.
“Kualitas layanan itu harus konsisten. Tidak boleh hanya baik di awal lalu menurun. Trans Semarang harus menjaga ritme perbaikan tanpa henti,” tegas Agustina.
Di akhir pernyataannya, Wali Kota Semarang kembali menekankan pemerintah mendukung penuh langkah modernisasi armada dan penguatan operasional Trans Semarang.
Ia mengatakan perubahan besar dalam layanan transportasi publik harus dilakukan secara terukur, terencana, dan berkelanjutan.
“Transit publik adalah wajah kota. Karena itu Trans Semarang akan terus naik kelas, modern, aman, dan membanggakan warga. Kami akan terus memastikan transformasi layanan berjalan sepenuhnya,” ujar Agustina Wilujeng.
Dengan pengawasan teknis yang diperketat, peningkatan pelatihan SDM, evaluasi manajemen operasional, serta strategi khusus pada koridor padat, pemerintah berharap Trans Semarang mampu mempercepat modernisasi armada dan menyempurnakan transformasi layanan sebagai sistem transportasi andalan masyarakat Kota Semarang.
Penulis: Wahyu Hamijaya
Editor: Mualim







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.