SALATIGA, Kabarjateng.id – Suasana Natal 2025 di Kota Salatiga berlangsung hangat dan sarat makna. Di kota yang diganjar predikat sebagai kota paling toleran di Indonesia, ribuan umat kristiani memadati Lapangan Pancasila sejak fajar untuk mengikuti misa bersama.
Perayaan tahun ini terasa istimewa, karena Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, turut hadir didampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.
Di tengah lautan jemaat yang berkumpul, terdapat kisah menyentuh dari para peserta misa.
Salah satunya adalah Ansyel Wulantika Anthe (23), mahasiswa asal Maluku Utara yang tengah menempuh pendidikan di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Baginya, Natal tahun ini membawa rasa haru tersendiri.
Tidak mudik ke kampung halaman, ia memilih merayakan Natal pertama kalinya di Salatiga bersama rekannya, Ester Putri Margareth Kanalebe, mahasiswi asal Nusa Tenggara Timur.
“Ini pertama kali saya mengikuti misa Natal bersama di Salatiga. Walaupun tidak bisa pulang, namun momen ini mengobati kerinduan bertemu keluarga,” ungkapnya.
Ia menuturkan bahwa tinggal di Salatiga terasa nyaman karena nilai toleransi begitu hidup dalam keseharian.
Keberagaman latar belakang etnis, budaya, dan agama di lingkungan kampus menurutnya menjadi bukti bahwa masyarakat dapat saling menghargai meski berbeda keyakinan.
Pandangan serupa disampaikan Supardi (73), warga Salatiga yang rutin mengikuti misa bersama setiap tahun.
Menurutnya, kebersamaan antar umat beragama di kota ini terbangun melalui kebiasaan panjang saling menghormati.
“Banyak yang datang dari luar kota hanya untuk merasakan suasana ibadah di sini. Itu karena Salatiga dikenal sebagai kota yang menjaga toleransi,” tuturnya sembari mengantar dua cucunya mengikuti misa.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin, yang hadir mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, menyampaikan apresiasi atas karakter masyarakat Salatiga yang mampu menjaga harmoni.
“Di sini kita melihat bagaimana masyarakat saling mendukung dan menghormati. Ini teladan yang patut ditiru daerah lain,” ujarnya.
Wapres Gibran dalam sambutannya turut memberikan selamat atas keberhasilan Salatiga mempertahankan predikat kota paling toleran di Indonesia.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga suasana rukun, tidak hanya oleh gereja dan umat kristiani, namun seluruh pemuka agama. “Toleransi harus dirawat bersama, untuk semua,” pesannya.
Pada rangkaian acara tersebut, panitia juga menyalurkan sekitar 2.000 bingkisan Natal bagi anak-anak yang hadir.
Menutup kunjungannya, Wapres mengajak seluruh jemaat untuk berdoa bagi warga di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sedang mengalami bencana. (ar)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.