SALATIGA, Kabarjateng.id — Upaya memperkuat kemandirian ekonomi pondok pesantren terus didorong Lembaga Perekonomian Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LP PWNU) Jawa Tengah.
Bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Dinkop UKM), LP PWNU Jateng menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemberdayaan Koperasi Pondok Pesantren sebagai sarana pendidikan sosial dan ekonomi bagi para santri.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu (10–11/2/2026), di PPTI Al Falah, Jalan Bima, Grogol, Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga.
Bimtek ini diikuti oleh 18 koperasi pondok pesantren (kopontren) dari wilayah Salatiga dan sekitarnya, dengan fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola usaha produktif berbasis potensi lokal.
Program tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama antara LP PWNU Jawa Tengah dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mendorong pembangunan ekonomi keumatan.
Kegiatan dirancang menggunakan sistem zonasi dan akan dilaksanakan secara bertahap di berbagai daerah hingga menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan resmi oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, dilanjutkan pemaparan dari anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, Yusuf Hidayat, yang menyampaikan kebijakan pemerintah daerah dalam mendukung pemberdayaan koperasi pondok pesantren.
Mewakili Ketua LP PWNU Jawa Tengah, Judi Budiman menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara LPNU dan Dinkop UKM Provinsi Jawa Tengah.
Ia menekankan pentingnya penguatan ekonomi pesantren melalui program yang terencana, terukur, serta memiliki target yang jelas.
“Hadirnya program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi pesantren sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai motor penggerak usaha produktif di lingkungan pesantren,” ujarnya.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi peningkatan kompetensi SDM kopontren melalui budidaya ikan lele yang produktif, efisien, dan berkelanjutan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP).
Selain itu, PT Matahari Sakti turut memberikan pelatihan lanjutan terkait manajemen pakan, kesehatan ikan, inovasi teknologi budidaya, hingga strategi pemasaran hasil panen.
Sementara pada hari kedua, materi disampaikan oleh LDP Gema Nusantara yang mencakup pengenalan usaha budidaya lele, persiapan sarana dan prasarana, pemilihan benih, teknik pembesaran, manajemen usaha, hingga proses panen dan pascapanen.
Melalui kegiatan ini, LP PWNU Jawa Tengah berharap koperasi pondok pesantren mampu berkembang lebih profesional dan berkelanjutan.
Selain menjadi penggerak ekonomi, koperasi pesantren juga diharapkan mampu menjadi wadah pembelajaran sosial dan kewirausahaan bagi para santri, sehingga mampu mencetak generasi yang mandiri secara ekonomi di masa depan. (arh)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.