PEMALANG, Kabarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menuntaskan ribuan titik jalan berlubang sebelum arus mudik dan balik Lebaran.
Pemprov menjadikan langkah tersebut sebagai prioritas demi menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi daerah.
Target Rampung Sebelum Arus Mudik
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmen itu usai meresmikan hasil preservasi Jalan Randudongkal–Moga dan Jalan Pemalang–Bantarbolang, Rabu, 18 Februari 2026.
Ahmad Luthfi menjelaskan, total panjang jalan provinsi di Jawa Tengah mencapai sekitar 2.362 kilometer.
Berdasarkan pendataan terbaru, jajaran Pemprov Jateng mencatat 4.870 titik lubang dan langsung memprioritaskan penanganannya.
“Menjelang arus mudik dan balik, kami menutup seluruh lubang dan memastikan jalan dalam kondisi mantap. Kami berkomitmen menjaga keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.
Perbaikan Jalan Dorong Keselamatan dan Ekonomi
Ia menekankan, pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan tidak sekadar proyek fisik.
Pemerintah provinsi mengaitkan program tersebut dengan aspek keselamatan dan perputaran ekonomi masyarakat.
“Pertama, kami menjaga keselamatan berlalu lintas. Kedua, kami mendukung pergerakan ekonomi karena konektivitas jalan memperlancar distribusi barang dan jasa. Ketiga, kami mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru,” jelasnya.
Selain itu, Ahmad Luthfi juga membuka ruang masukan dari berbagai pihak, mulai dari bupati dan wali kota, wartawan, hingga masyarakat.
“Kami membuka diri terhadap semua masukan. Kami menjalankan seluruh program ini untuk masyarakat Jawa Tengah,” tegasnya.
Dua Ruas Strategis Resmi Digunakan
Dua ruas jalan yang ia resmikan berperan strategis dalam mendukung mobilitas warga dan distribusi barang.
Pemprov Jateng membangun Jalan Randudongkal–Moga sepanjang 4,180 kilometer dengan nilai kontrak Rp 26,32 miliar.
Sementara itu, Pemprov mengerjakan Jalan Pemalang–Bantarbolang sepanjang 5,731 kilometer dengan nilai kontrak Rp 24,5 miliar.
Ahmad Luthfi berharap peresmian dua ruas tersebut memberi manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar arus kendaraan dan aktivitas ekonomi.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, hari ini saya resmikan penggunaan hasil preservasi dua ruas jalan ini. Semoga memberi manfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Warga Rasakan Dampak Positif
Asa, warga Desa Kecepit, merasakan langsung dampak perbaikan Jalan Randudongkal–Moga.
Ia menceritakan, sebelumnya kondisi jalan sempit dan sering memicu kemacetan, terutama saat Lebaran.
“Terima kasih Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas perbaikan jalan di sini. Semoga bermanfaat untuk warga sekitar,” katanya.
Suripto, warga Desa Kecepit, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, juga menyambut baik perbaikan tersebut.
Ia kini menikmati jalan yang lebih lebar dan mulus di depan rumahnya.
Ia membuka usaha kelontong di teras rumah dan sudah lama menginginkan pelebaran serta perbaikan jalan.
“Dulu jalannya tidak selebar ini dan banyak lubang. Pengendara sering kesulitan, apalagi saat hujan. Sekarang alhamdulillah sudah mulus dan lebar, bahkan dicor,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Panji Prayoga, warga Desa Sima, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang.
Ia mengaku lebih nyaman saat berangkat dan pulang kerja karena kondisi jalan semakin baik.
“Saya kerja jadi enak pulang perginya. Sekarang jalannya sudah bagus sekali. Matur nuwun Pak Gubernur,” kata Panji.
Fatimah Azahra, warga Desa Kecepit, Kecamatan Randudongkal, juga merasa senang.
Ia menilai perbaikan tersebut mengubah wajah jalan yang sebelumnya sempit dan berlubang menjadi lebih layak seperti jalan raya.
Tempat makan tempat ia bekerja di sepanjang Jalan Randudongkal pun ikut merasakan dampaknya.
Arus kendaraan menjadi lebih lancar dan jumlah pelanggan meningkat.
“Lalu lintas kendaraan jadi lancar. Jalannya halus dan bagus. Banyak yang mampir makan ke sini. Lebaran besok arus mudik pasti lebih lancar,” kata Azahra. (di)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.