PATI, Kabarjateng.id – Pemerintah Kabupaten Pati menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung penguatan ketahanan pangan nasional dengan menghibahkan lahan seluas 5,2 hektare kepada Perum BULOG.
Hibah tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang digelar di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (15/1/2026).
Kesepakatan ini ditandatangani oleh Direktur SDM dan Transformasi Perum BULOG, Prof. Sudarsono Hardjosoekarto, bersama Bupati Pati, H. Sudewo, S.T., M.T. Hibah lahan tersebut merupakan bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap program strategis nasional pembangunan 100 lokasi infrastruktur pascapanen yang dicanangkan pemerintah pusat.
Lahan yang dihibahkan berada di dua titik strategis, masing-masing seluas 2 hektare di Desa Kayen dan 3,2 hektare di Desa Margoyoso. Kedua wilayah tersebut dikenal sebagai kawasan sentra produksi padi terbesar di Jawa Tengah, sehingga dinilai sangat potensial untuk pengembangan fasilitas logistik pangan modern.
Bupati Pati Sudewo menyampaikan bahwa hibah lahan ini merupakan bentuk nyata sinergi pemerintah daerah dengan kebijakan nasional.
Menurutnya, ketersediaan lahan yang strategis menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur pangan yang berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa Pemkab Pati siap berkontribusi aktif dalam memperkuat sistem pangan nasional dari daerah.
Program ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan nasional atau asta cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam percepatan pembangunan infrastruktur pascapanen yang ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2026.
Pembangunan fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya serap hasil panen petani sekaligus memperkuat sistem logistik pangan nasional.
Adapun infrastruktur yang direncanakan akan dibangun meliputi gudang penyimpanan, sentra penggilingan padi, gudang penyimpanan beras dan jagung, hingga pabrik tepung berbahan baku beras dan jagung.
Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu menjaga mutu hasil panen, menekan kehilangan pascapanen, serta meningkatkan nilai tambah produk pertanian.
Perum BULOG menegaskan bahwa pembangunan ini tidak hanya berfokus pada fisik bangunan, melainkan menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat rantai pasok pangan nasional.
Fasilitas tersebut akan dilengkapi teknologi modern seperti dryer, rice milling unit (RMU), silo, serta sistem penyimpanan yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah.
Pembangunan infrastruktur ini akan didukung pendanaan melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahun 2026.
BULOG optimistis kehadiran fasilitas ini mampu mengefisienkan distribusi, menjaga stabilitas harga, serta memastikan ketersediaan pangan secara berkelanjutan.
Direktur SDM dan Transformasi BULOG, Sudarsono Hardjosoekarto, menyebut kerja sama dengan Pemkab Pati sebagai contoh kolaborasi pusat dan daerah yang ideal dan layak direplikasi di wilayah lain.
Ia menegaskan bahwa sinergi tersebut menjadi kunci utama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang kokoh dan berkelanjutan.
Ke depan, BULOG bersama pemerintah daerah akan segera menyusun perencanaan teknis agar pembangunan dapat berjalan sesuai target nasional dan memberikan manfaat nyata bagi petani serta masyarakat luas.
Editor: Mualim







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.