Menu

Mode Gelap
 

Kabar Pati · 22 Jan 2026 08:54 WIB

Pemprov Jateng Rancang Tanggul Karet dan Pompanisasi untuk Tekan Banjir Pati


					Pemprov Jateng Rancang Tanggul Karet dan Pompanisasi untuk Tekan Banjir Pati Perbesar

PATI, Kabarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan sejumlah langkah cepat untuk menekan dampak banjir yang masih melanda Kabupaten Pati.

Upaya jangka pendek tersebut mencakup peninggian tanggul, rencana pemasangan tanggul karet di wilayah utara, serta optimalisasi pompanisasi guna mempercepat pembuangan air.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, langkah penanganan ini disusun berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan.

Menurutnya, banjir yang terjadi sebagian besar disebabkan limpahan air akibat tanggul yang tidak mampu menahan debit air, ditambah dorongan rob dari wilayah pesisir.

“Dalam waktu dekat kami mengusulkan penanganan darurat. Ini sifatnya limpahan, artinya tanggul yang ada perlu ditinggikan agar air tidak masuk ke permukiman,” ujar Taj Yasin saat meninjau lokasi pengungsian banjir di Kabupaten Pati, Rabu (21/1/2026).

Ia menjelaskan, peninggian tanggul menjadi prioritas awal untuk mengurangi risiko air meluap ke kawasan permukiman warga.

Selain itu, Pemprov Jateng juga mempertimbangkan pemasangan tanggul karet di wilayah utara sebagai solusi tambahan guna menahan masuknya air rob.

“Di wilayah utara, dorongan rob cukup kuat dan ikut memperparah banjir. Dengan tanggul karet, setidaknya air rob tidak menambah volume air yang masuk ke kawasan terdampak,” jelasnya.

Untuk mendukung langkah tersebut, Pemprov Jateng juga menyiapkan pompanisasi agar air yang menggenangi wilayah banjir dapat segera dialirkan keluar.

Namun, Taj Yasin menegaskan bahwa penanganan dilakukan secara bertahap dan terukur agar tidak menimbulkan dampak baru di wilayah lain.

“Pembuangan air di satu titik bisa berpengaruh ke daerah lain. Tapi yang paling utama saat ini adalah menyelamatkan kawasan permukiman warga terlebih dahulu,” tegasnya.

Dalam kunjungannya, Wakil Gubernur meninjau tiga posko banjir, yakni Posko Banjir dan Dapur Umum di Aula Kecamatan Juwana, Posko Banjir di Balai Desa Doropayung, serta Posko Banjir di Balai Desa Bumirejo, Kecamatan Juwana.

Ia memastikan layanan dapur umum, ketersediaan logistik, serta pelayanan kesehatan bagi pengungsi berjalan dengan baik.

Didampingi istri, Hj Nawal Arafah Yasin, Taj Yasin bahkan turut membantu petugas dapur umum menyiapkan makanan dengan menggoreng telur untuk dibagikan kepada para pengungsi.

Banjir di Kabupaten Pati diketahui mulai terjadi sejak 9 Januari 2026 akibat curah hujan tinggi dengan durasi panjang.

Kondisi tersebut diperparah oleh luapan sungai, tanggul jebol, serta aliran sungai yang tersumbat material.

Berdasarkan data BPBD, banjir berdampak pada 77 desa dengan jumlah warga terdampak mencapai 20.960 kepala keluarga atau sekitar 62.892 jiwa.

Hingga Selasa (20/1/2026) pukul 18.00 WIB, tercatat masih ada 650 jiwa atau 200 KK yang mengungsi.

Selain itu, banjir juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur di 44 titik, meliputi talud, tanggul, bendungan, serta akses jalan. Luasan lahan pertanian yang terdampak tercatat mencapai sekitar 1.300 hektare. (rs)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Jelang Lebaran 2026, Pemprov Jateng Percepat Perbaikan Jalan hingga Akses Wisata

15 Maret 2026 - 00:00 WIB

PWDPI Kota Semarang Berbagi Takjil dan Pererat Silaturahmi Lewat Buka Puasa Bersama

14 Maret 2026 - 23:47 WIB

Jalur Tengah Jateng Siap Layani Arus Mudik Lebaran 2026

14 Maret 2026 - 23:19 WIB

Personel Polda Jawa Tengah Sigap Menolong Pemudik di Jalur Mudik

14 Maret 2026 - 22:26 WIB

Pemudik Apresiasi Bantuan Polisi Saat Alami Ban Pecah di Tol

14 Maret 2026 - 21:42 WIB

Polres Klaten Ungkap Kasus Pemerkosaan Perempuan Disabilitas

14 Maret 2026 - 20:55 WIB

Trending di Hukum & Kriminal