PATI, Kabarjateng.id – Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polresta Pati terus meningkatkan pengamanan wilayah perairan dalam rangka Operasi Lilin Candi (OLC) 2025.
Upaya tersebut diwujudkan melalui patroli intensif yang menyasar jalur-jalur vital perairan, termasuk alur Sungai Silugonggo di Kecamatan Juana.
Pada Jumat (2/1/2026), personel Satgas Banops Subsatgas Satpolairud melaksanakan patroli mulai pukul 13.30 WIB dengan menyusuri sejumlah titik strategis yang kerap menjadi pusat aktivitas nelayan dan transportasi air.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian khusus adalah kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Unit 2 Juana.
Kegiatan patroli ini dilakukan sebagai langkah pencegahan dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), kecelakaan di perairan, hingga risiko kebakaran kapal nelayan yang rawan terjadi akibat aktivitas di atas kapal.
Kapolresta Pati melalui Kasat Polairud Polresta Pati, Kompol Hendrik Irawan, menegaskan bahwa patroli perairan merupakan bagian penting dari skema pengamanan OLC 2025.
Menurutnya, jalur sungai memiliki peran strategis sebagai akses utama nelayan dalam menunjang perekonomian masyarakat pesisir.
“Pengamanan perairan kami fokuskan pada upaya pencegahan sejak awal, terutama di jalur sungai yang menjadi pusat mobilitas nelayan dan distribusi hasil perikanan,” jelas Kompol Hendrik.
Ia menambahkan, kehadiran personel Polairud tidak hanya sebatas pengawasan, tetapi juga diiringi pendekatan persuasif kepada masyarakat.
Petugas memberikan imbauan keselamatan serta mengajak nelayan berperan aktif menjaga situasi perairan tetap aman dan kondusif.
Terkait potensi kebakaran kapal, Kompol Hendrik mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan nelayan.
“Kami mengimbau agar setiap kapal dilengkapi alat pemadam api ringan (APAR), karung goni basah, mesin alkon, serta ketersediaan air mengalir untuk mengantisipasi kebakaran, terutama akibat pekerjaan panas di atas kapal,” ungkapnya.
Menurutnya, patroli dialogis dinilai efektif dalam membangun kesadaran bersama.
Dengan pendekatan humanis, nelayan diharapkan merasa aman dan terlindungi sehingga tercipta sinergi positif antara aparat kepolisian dan masyarakat perairan.
Selain patroli di sepanjang alur sungai, petugas juga melakukan pemantauan aktivitas di area TPI Unit 2.
Dari hasil pemantauan, situasi terpantau aman dan terkendali, dengan kegiatan bongkar muat hasil laut berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Sementara itu, Kasubsatgas Satpolairud Polresta Pati, IPDA Sunardi, S.H., menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan patroli diawali dan ditutup dengan apel pengarahan (APP).
Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, keselamatan selama bertugas, serta sebagai bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan.
“Selama patroli berlangsung tidak ditemukan kejadian menonjol. Situasi perairan terpantau aman dan kondusif. Kami berharap kerja sama antara kepolisian dan masyarakat nelayan terus terjalin demi menjaga keamanan bersama,” pungkas IPDA Sunardi. (rs)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.