MAGELANG, Kabarjateng.id – Tim SAR gabungan menghentikan pencarian dua penambang pasir yang terseret arus lahar dingin di Sungai Senowo, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, pada Senin (9/3/2026) sore.
Tim SAR mengambil keputusan tersebut setelah melakukan pencarian Penambang selama tujuh hari tanpa menemukan tanda keberadaan kedua korban.
Pencarian Libatkan Alat Berat
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Budiono, menjelaskan bahwa tim SAR mengerahkan berbagai upaya selama operasi pencarian.
Tim melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai serta mengoperasikan alat berat untuk membuka tumpukan material pasir yang diduga menimbun korban.
“Tim SAR gabungan mengerahkan empat unit excavator untuk membongkar endapan pasir di sejumlah titik yang kami curigai menjadi lokasi korban.
Namun luasnya area pencarian serta tebalnya material pasir membuat tim kesulitan menemukan korban hingga hari ketujuh,” ujar Budiono.
Tim SAR memfokuskan pencarian menggunakan excavator di area sekitar lokasi kejadian kecelakaan kerja (LKK) hingga DAM 1 dengan jarak sekitar 600 meter.
Selain itu, tim juga mengeruk area di sekitar titik penemuan korban Heru sejauh kurang lebih 300 meter.
Penyisiran Sungai Dilakukan Berulang
Selain pengerukan material pasir, tim juga melakukan penyisiran berulang dari DAM 3 hingga sekitar satu kilometer ke arah hilir.
Tim menyisir bantaran sungai secara lebih teliti untuk mencari kemungkinan keberadaan korban yang terbawa arus.
Namun hingga hari terakhir operasi, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan dua korban yang masih hilang.
Setelah melakukan evaluasi dan koordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat, termasuk perwakilan keluarga korban, tim akhirnya memutuskan menghentikan operasi pencarian.
“Setelah berdiskusi dengan seluruh unsur SAR dan keluarga korban, kami sepakat menutup operasi pencarian hari ini. Dua korban atas nama Maryuni dan Hasyim hingga saat ini belum kami temukan,” jelas Budiono.
Operasi Pencarian Resmi Ditutup
Meski operasi resmi berhenti, pihak SAR tetap membuka kemungkinan pencarian lanjutan apabila masyarakat menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Kami mengimbau masyarakat yang mengetahui atau menemukan keberadaan korban agar segera melapor ke Unit Siaga SAR Borobudur. Jika ada laporan, kami siap kembali melakukan proses evakuasi,” tambahnya.
Budiono juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian, mulai dari tim SAR, relawan, aparat pemerintah, hingga masyarakat setempat yang membantu selama proses pencarian berlangsung.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim SAR gabungan yang telah bekerja keras selama tujuh hari operasi pencarian,” pungkasnya.
Lima Penambang Terseret Lahar Dingin
Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur kawasan puncak Gunung Merapi pada Selasa (3/3/2026) siang hingga sore memicu banjir lahar dingin di aliran Sungai Senowo yang berada di sisi barat daya Merapi.
Arus lahar dingin menyeret sejumlah kendaraan dan penambang yang sedang beraktivitas di bantaran sungai.
Arus lahar menghanyutkan tiga truk pengangkut pasir serta membuat tiga alat berat dan 12 truk lainnya terjebak material lahar.
Selain itu, lima penambang yang bekerja di lokasi ikut terseret arus.
Kelima penambang tersebut yaitu Maryuni, Heru, Hasyim, Fuad yang merupakan warga Kabupaten Magelang, serta Iman Setiawan (21), warga Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.
Tim SAR menemukan jasad Iman Setiawan pada malam hari setelah kejadian.
Pada hari kedua pencarian, Rabu pagi, tim kembali menemukan jasad Heru dan Fuad.
Hingga operasi pencarian dihentikan, tim belum menemukan dua korban lainnya, yaitu Maryuni dan Hasyim. (Candra)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.