JEPARA, Kabarjateng.id – Satlantas Polres Jepara menghadirkan pendekatan yang berbeda dalam pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2025. Bertempat di kawasan Pantai Kartini, Minggu (30/11/2025), jajaran kepolisian menggelar kegiatan Art Policing, sebuah metode edukasi keselamatan berkendara melalui sentuhan seni dan interaksi sosial.
Kegiatan ini dirancang untuk menarik perhatian masyarakat yang tengah berlibur di kawasan pantai.
Melalui tampilan kreatif, petugas memberikan pemahaman mengenai pentingnya tertib berlalu lintas dengan cara yang lebih ramah, komunikatif, dan mudah diterima.
Berbagai kegiatan dilakukan, mulai dari sosialisasi mengenai Operasi Zebra Candi 2025, pembagian brosur keselamatan, hingga sesi dialog santai bersama para pengunjung, termasuk anak-anak.
Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso, melalui Kasihumas AKP Dwi Prayitna yang juga bertugas sebagai Kasatgas Humas Operasi Zebra Candi 2025, menjelaskan bahwa Art Policing menjadi pendekatan strategis untuk membangun kesadaran berlalu lintas tanpa menimbulkan kesan menggurui ataupun menakut-nakuti.
“Dengan cara yang lebih kreatif dan humanis, kami ingin masyarakat semakin memahami pentingnya keselamatan di jalan. Pelanggaran lalu lintas masih cukup tinggi, sehingga diperlukan metode yang lebih dekat dengan masyarakat,” ungkapnya.
Selain memberikan edukasi interaktif, petugas juga melakukan pemeriksaan kendaraan dengan pendekatan persuasif.
Warga diimbau untuk selalu memastikan kelengkapan surat-surat berkendara, menggunakan helm berstandar SNI, menaati rambu lalu lintas, serta menghindari penggunaan ponsel selama mengemudi.
Operasi Zebra Candi 2025 sendiri merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan di wilayah Jepara.
Melalui kegiatan kreatif seperti Art Policing, Satlantas Polres Jepara berharap pesan keselamatan dapat tersampaikan lebih efektif, menyenangkan, dan membekas di ingatan masyarakat. (ks)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.