GROBOGAN, Kabarjateng.id – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meninjau langsung progres perbaikan tanggul Sungai Tuntang yang jebol di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Rabu, 18 Februari 2026.
Kunjungan tersebut menjadi tindak lanjut setelah Gubernur Ahmad Luthfi lebih dulu mengecek lokasi untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal.
“Kemarin Pak Gubernur sudah menginstruksikan. Saya ingin memastikan pekerjaan berjalan sesuai arahan. Alhamdulillah, tinggal 2–3 hari lagi tanggul selesai,” ujarnya.
Antisipasi Kerusakan Sepanjang Aliran Sungai
Selain menyoroti titik tanggul yang rusak, Wagub juga meminta pemerintah desa dan masyarakat aktif memantau kondisi tanggul di sepanjang aliran Sungai Tuntang.
Ia menilai, sejumlah bagian tanggul membutuhkan perawatan rutin agar tidak memicu risiko baru saat curah hujan meningkat.
“Kalau ada yang membahayakan, segera laporkan ke kami. Nanti kami koordinasikan dengan BBWS supaya saat hujan tinggi, air susulan tidak membuat tanggul jebol lagi,” tegasnya.
Ia menekankan, tim tidak hanya fokus menutup tanggul yang jebol, tetapi juga mengantisipasi potensi kerusakan di sepanjang bentang tanggul Kali Tuntang.
“Saat ini kita tidak hanya menangani titik yang jebol, tetapi juga mengantisipasi seluruh tanggul Kali Tuntang,” katanya.
Distribusi Logistik untuk Warga Terdampak
Terkait kondisi warga terdampak, Taj Yasin memastikan distribusi logistik berjalan lancar.
“Alhamdulillah logistik lancar, insya Allah cukup. Hanya sedikit tersendat saat masyarakat mulai bersih-bersih rumah,” jelasnya.
Sembilan Alat Berat Dikerahkan, Target Tiga Hari Rampung
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Alam (OP SDA) IV BBWS Pemali Juana, Heri Santoso, menyatakan timnya mengerahkan sembilan alat berat untuk mempercepat penutupan tanggul di dua titik jebol.
“Hari ini kami mengoperasikan sembilan alat berat di dua lokasi. Titik pertama menggunakan satu dozer dan empat ekskavator. Titik kedua menggunakan empat ekskavator,” ungkap Heri.
“Kami juga menurunkan satu alat kecil untuk menormalisasi saluran irigasi di kaki tanggul,” lanjutnya.
Ia menargetkan penutupan tanggul rampung dalam tiga hari. Setelah itu, tim melanjutkan penguatan tanggul selama tujuh hari.
“Insyaallah Jumat penutupan selesai, lalu kami lanjutkan penguatan dengan bronjong,” jelasnya.
Pengawasan Debit Air dan Rencana Jembatan Darurat
BBWS juga mengawasi debit air secara intensif karena cuaca masih ekstrem. Petugas mengendalikan aliran Sungai Tuntang melalui dua titik kontrol, salah satunya Bendung Gelapan.
Debit air masuk berasal dari wilayah Bancak dan Rawapening. Pintu Rawapening dapat ditutup sementara, sedangkan debit terbesar berasal dari Bancak yang belum memiliki pintu kontrol buka-tutup.
“Cuaca sangat memengaruhi pekerjaan di Sungai Tuntang,” pungkasnya.
Tanggul Sungai Tuntang jebol pada Senin, 16 Februari 2026, sehingga jalur provinsi Semarang–Grobogan terputus.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah menargetkan pemasangan jembatan armco dalam sepekan agar arus lalu lintas kembali normal. (di)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.