Menu

Mode Gelap
 

Kabar Demak · 31 Jan 2026 16:56 WIB

Harlah Seabad NU, Ali Abdul Rohman Dorong PBNU Perkuat Ranting dan Pesantren


					Harlah Seabad NU, Ali Abdul Rohman Dorong PBNU Perkuat Ranting dan Pesantren Perbesar

DEMAK, Kabarjateng.id – Nahdlatul Ulama (NU) dikenal sebagai organisasi keagamaan dengan kekuatan akar rumput yang kokoh. Basis utama tersebut berada pada struktur ranting di desa-desa serta pondok pesantren.

Karena itu, perhatian organisasi dari tingkat pusat hingga daerah dinilai perlu lebih diarahkan pada penguatan ranting dan pesantren sebagai denyut nadi NU.

Hal tersebut disampaikan penanggung jawab kegiatan Harlah NU ke-100 sekaligus pelantikan Pengurus NU Ranting Desa Kalikondang Masa Khidmat 2025–2030, Ali Abdul Rohman, dalam rangkaian acara yang digelar di Pondok Pesantren Al-Falah, Perum Kalikondang Pesona Asri, Demak, Sabtu (31/1/2026).

“NU akan tetap kuat apabila pengurus pusat hingga daerah memberikan perhatian serius kepada ranting-ranting NU di desa serta pesantren. Di sanalah kekuatan kultural NU bertumpu,” ujarnya.

Pelantikan Pengurus NU Ranting Kalikondang periode 2025–2030 berlangsung khidmat dan istimewa dengan kehadiran Mustasyar PBNU sekaligus Wakil Presiden RI ke-13, Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin, yang juga Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi, Banten.

Hadir pula Rois Syuriah PCNU Demak KH. Zaenal Arifin Ma’sum, Ketua PCNU Demak KH. Muhammad Aminuddin Masyhudi, jajaran pengurus NU, Muslimat NU, Fatayat NU Ranting Kalikondang, serta ribuan jamaah.

Dalam sambutannya, Ketua PCNU Kabupaten Demak KH. Muhammad Aminuddin Masyhudi menekankan bahwa pelantikan pengurus bukan sekadar agenda seremonial.

Ia mengingatkan agar amanah organisasi dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Pengurus yang telah dilantik harus benar-benar berkhidmat di jam’iyyah Nahdlatul Ulama, menjaga kepercayaan warga, serta memperkuat peran NU di tengah masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan PWNU Jawa Tengah KH. Muhammad Fahsin menyampaikan dua pesan utama.

Pertama, menjaga nilai-nilai keagamaan dengan melestarikan tradisi khas NU seperti manaqiban, yasinan, tahlilan, dan ziarah kubur.

Kedua, meningkatkan kecakapan dalam menyikapi dinamika kehidupan modern yang terus berubah.

Puncak acara diisi mauidhoh hasanah oleh KH. Ma’ruf Amin. Dalam tausiahnya, ia menegaskan bahwa NU merupakan wadah perjuangan para ulama sekaligus organisasi yang memikul tanggung jawab besar, baik secara keagamaan maupun kebangsaan.

Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis sebagai lembaga pencetak generasi santri yang akan melanjutkan estafet perjuangan ulama. Oleh sebab itu, NU harus terus diperkuat dari dalam.

“NU harus menjadi organisasi yang kuat agar tidak mudah diarahkan ke kepentingan lain. Jika NU lemah, maka akan mudah dibelokkan,” pesan KH. Ma’ruf Amin di hadapan jamaah. (af)

 

Editor: Mualim

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Pengadilan Tinggi Jawa Tengah Kuatkan Putusan PN Jepara Terkait Sengketa Penarikan Mobil

11 Maret 2026 - 22:26 WIB

Salah Ikuti Google Maps, Ford Fiesta Nyungsep dan Tabrak Rumah Warga di Ungaran Timur 

11 Maret 2026 - 22:02 WIB

Kapolres Tegal Cek Kesiapan Pos Pengamanan Ops Ketupat Candi 2026

11 Maret 2026 - 20:41 WIB

Polres Tegal Laksanakan Ramp Check Bus Pariwisata di Pool Dedy Jaya

11 Maret 2026 - 20:37 WIB

Selama 2 Pekan, Polres Jepara Ungkap 24 Kasus Prostitusi dan Amankan 41 Orang

11 Maret 2026 - 19:33 WIB

Diduga Korsleting Listrik, Mobil Terbakar di Garasi Rumah Warga Delanggu

11 Maret 2026 - 19:13 WIB

Trending di Daerah