CILACAP, Kabarjateng.id – Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di atas Sungai Cikawung, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, menunjukkan progres signifikan.
Infrastruktur yang menghubungkan Desa Bantar dan Desa Sidamulyo ini menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses akibat terpisah aliran sungai.
Selama bertahun-tahun, Sungai Cikawung membatasi aktivitas warga di kedua desa.
Masyarakat harus memutar cukup jauh untuk mencapai wilayah seberang, bahkan sebagian warga menyeberang dengan cara sederhana yang berisiko, terutama saat debit air meningkat di musim hujan.
Kondisi tersebut kerap menghambat mobilitas petani saat mengangkut hasil panen, pelajar yang berangkat ke sekolah, hingga warga yang membutuhkan layanan kesehatan.
Kini, harapan itu semakin nyata. Prajurit Kodim 0703/Cilacap bersama warga setempat mempercepat proses pembangunan di lokasi Desa Buntu.
Semangat gotong royong terlihat jelas di lapangan. Warga dan aparat bekerja berdampingan serta menyelesaikan setiap tahapan konstruksi dengan penuh tanggung jawab.
Progres Pembangunan Capai 83,1 Persen
Berdasarkan data hingga 1 Maret 2026, tim pelaksana mencatat progres pembangunan jembatan mencapai 83,1 persen.
Sejumlah komponen utama telah mereka selesaikan sepenuhnya.
Tim menyelesaikan pondasi cyclop hingga 100 persen, termasuk pemasangan baseplate dan angkur sebagai penopang utama struktur.
Tim juga hampir merampungkan perakitan cakar ayam atau flootplate yang kini mencapai 93,30 persen. Untuk perakitan tower sling, pekerja telah mencapai 72,20 persen.
Sementara itu, tim mengerjakan pondasi footplat beton K-350 hingga 54,45 persen dan menyelesaikan pembangunan blok serta kait angin K-350 sebesar 35 persen.
Setiap tahapan konstruksi tersebut memastikan struktur jembatan tetap kokoh dan mampu menghadapi perubahan cuaca maupun kenaikan debit air sungai.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Konektivitas Sosial
Kehadiran Jembatan Gantung Perintis Garuda tidak sekadar mempermudah penyeberangan.
Infrastruktur ini memangkas jarak tempuh, menekan biaya transportasi, serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan aktivitas perdagangan warga.
Akses pendidikan dan layanan kesehatan pun semakin mudah dijangkau masyarakat.
Lebih dari itu, jembatan ini memperkuat hubungan sosial antarwarga Desa Bantar dan Sidamulyo.
Interaksi masyarakat meningkat seiring terbukanya akses yang lebih aman dan cepat.
Jika pembangunan rampung sesuai target, Jembatan Perintis Garuda akan menjadi penghubung vital yang mendorong kemajuan wilayah Wanareja.
Infrastruktur ini tidak hanya menyatukan dua desa, tetapi juga membuka peluang kesejahteraan yang lebih luas bagi masyarakat di sekitarnya. (ajp)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.