BREBES, Kabarjateng.id – Komunitas Covir (Cowo Viral) yang merupakan bagian dari relawan Balane Haji Ridho menunjukkan kepedulian tinggi terhadap warga yang terdampak banjir bandang di Kecamatan Bumiayu.
Musibah yang terjadi beberapa hari terakhir ini menyebabkan sejumlah rumah rusak dan banyak keluarga kehilangan kebutuhan dasar mereka.
Pada Minggu (16/11/2025), para relawan Covir turun langsung ke Desa Kalierang, khususnya wilayah Dukuh Pendawa yang menjadi salah satu lokasi dengan kerusakan terparah.
Mereka menyalurkan berbagai bantuan berupa paket sembako, perlengkapan kebersihan, pakaian layak pakai, serta perlengkapan sekolah bagi anak-anak yang kehilangan seragam maupun alat tulis akibat bencana.
Inisiatif kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh H. Ridhohul Khukam, ST, atau yang akrab disapa Kaji Ridho.
Bersama relawan Seduluran Selawase Kaji Ridho Kecamatan Bumiayu, ia mengoordinasikan proses pendistribusian agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.
Sistem kupon diterapkan untuk memastikan warga menerima bantuan secara tertib dan menghindari kerumunan.
Ketua Covir Kabupaten Brebes, H. Ridhohul Khukam, melalui Ketua Covir Bumiayu, Khasan Bisri, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan wujud komitmen komunitas untuk selalu hadir membantu masyarakat di saat terjadi bencana.
“Covir hadir untuk mendampingi saudara-saudara kita yang sedang dirundung musibah. Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban mereka dan memberi semangat baru, terutama bagi anak-anak agar tetap bisa bersekolah,” ujarnya.
Warga Dukuh Pendawa menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas perhatian yang diberikan.
Banyak dari mereka kehilangan pakaian, perabot rumah tangga, serta kebutuhan sekolah anak-anak setelah banjir bandang menerjang permukiman.
Kehadiran para relawan dinilai sangat membantu di tengah kondisi yang masih penuh keterbatasan.
Selain penyaluran bantuan awal, komunitas Covir juga menyiapkan langkah lanjutan berupa dukungan pemulihan fasilitas umum serta distribusi logistik tambahan bila situasi di lapangan masih membutuhkan.
Mereka menegaskan bahwa pendampingan terhadap warga terdampak tidak berhenti pada tahap darurat saja, melainkan berkelanjutan hingga kondisi masyarakat kembali pulih.
Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti nyata komitmen komunitas Covir dalam gerakan sosial, sekaligus meneguhkan semangat solidaritas untuk selalu hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. (wb)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.