BREBES, Kabarjateng.id — Para kepala sekolah SMK swasta di Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, menginisiasi peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 secara mandiri pada Kamis, 27 November 2025.
Kegiatan ini digelar sebagai respons atas tidak dilibatkannya guru serta sekolah swasta pada peringatan HGN tingkat kecamatan yang diselenggarakan PGRI setempat.
Acara yang dipusatkan di halaman SMK Ma’arif NU 01 Bantarkawung tersebut diawali upacara bendera, dilanjutkan dengan beragam perlombaan olahraga yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme.
Ada lima SMK swasta yang berpartisipasi, yaitu SMK Ma’arif NU Bantarkawung, SMK Islam Jipang, SMK Al-Furqon, SMK Ma’arif 02 Bantarkawung, dan SMK Muhammadiyah Bantarkawung.
Para guru, staf, dan karyawan setiap sekolah ikut terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan.
Upacara peringatan dipimpin oleh Kepala SMK Ma’arif NU 01 Bantarkawung, Amin Mustaqin, S.Ag.
Dalam amanatnya, ia menekankan pentingnya menjaga komitmen profesi dan memperkuat daya juang para pendidik di tengah tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.
“Guru harus mampu menjawab tuntutan zaman. Mengajar bukan hanya tugas, tetapi pengabdian jangka panjang untuk masa depan bangsa.
Momen HGN ini menjadi pengingat untuk memperbarui tekad dan semangat kita sebagai pendidik,” ujar Amin.
Usai upacara, Amin menyampaikan keprihatinannya atas absennya keterlibatan guru swasta di tingkat kecamatan.
Sebagai salah satu pengurus MKKS, ia kemudian menggagas peringatan HGN versi sekolah swasta sebagai bentuk apresiasi mandiri sekaligus penguatan solidaritas antarsekolah.
“Kami ingin menunjukkan bahwa guru swasta juga memiliki peran besar dalam mencerdaskan anak bangsa. Harapannya, tidak ada lagi pandangan yang meremehkan kontribusi guru swasta,” tegasnya.
Kegiatan yang juga disebut sebagai Hari Guru Swasta Nasional (HGSN) itu menghadirkan sejumlah perlombaan seperti tenis meja, bola voli, futsal, dan kasti.
Seluruh pertandingan berlangsung menjunjung sportivitas dan menjadi ajang mempererat hubungan antar-tenaga pendidik di wilayah Bantarkawung.
Ketua panitia, Amin Mustaqin, menambahkan bahwa pelaksanaan HGN Swasta 2025 menjadi wadah bersama untuk saling mengapresiasi dan memperkuat sinergi dalam memajukan pendidikan di sekolah swasta.
Sementara itu, Kepala SMK Muhammadiyah Bantarkawung, Ashari, M.Pd., menilai kegiatan tersebut sebagai ruang refleksi sekaligus penguatan peran guru swasta dalam meningkatkan mutu pendidikan.
“Peringatan ini menjadi simbol penghargaan terhadap dedikasi guru swasta. Kami berharap semangat mengajar terus tumbuh, integritas terjaga, dan kompetensi guru semakin meningkat,” tuturnya.
Suara serupa juga disampaikan oleh Zaenal Arifin, S.Ag., salah satu guru swasta yang akrab disapa Iing dan merupakan mantan Kepala Desa Bangbayang.
Ia menilai ketidakterlibatan guru swasta pada peringatan HGN tingkat kecamatan menjadi gambaran bahwa masih ada perlakuan berbeda bagi tenaga pendidik non-negeri.
“Kami merasa ditempatkan di posisi yang tidak setara, padahal kami juga mengabdi dan bekerja untuk mencerdaskan generasi bangsa,” ungkap Iing.
Ia berharap ke depan peringatan HGN dapat menjadi momen bersama tanpa sekat, sehingga seluruh guru — baik di sekolah negeri maupun swasta — dapat merayakannya secara setara dan penuh kebersamaan. (wb)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.