BOYOLALI, Kabarjateng.id – Kepolisian Resor Boyolali terus memperkuat upaya pembinaan internal melalui pendekatan edukatif dan preventif. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui Forum Belajar Bersama Satuan Binmas Polres Boyolali yang mengangkat isu kesehatan mental, Rabu (7/1/2026).
Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting sejak pukul 08.00 hingga 10.00 WIB itu diikuti oleh para Kanit Binmas Polsek, Bhabinkamtibmas, serta personel Sat Binmas Polres Boyolali.
Forum ini menghadirkan narasumber Spesialis Kedokteran Jiwa, dr. Agnes Fatimah, Sp.KJ., M.Kes, dengan tema besar tentang pentingnya kesehatan mental sebagai fondasi perilaku dan stabilitas sosial.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabag SDM Polres Boyolali Kompol Subiyati serta Kasat Binmas Polres Boyolali Iptu Ignatius Andrean Setianto.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polres Boyolali dalam membangun sumber daya manusia Polri yang tangguh, berempati, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Kapolres Boyolali AKBP Rosyid Hartanto menyampaikan apresiasi kepada narasumber atas kesediaannya berbagi pengetahuan mengenai kesehatan mental.
Menurutnya, pemahaman terhadap kesehatan mental memiliki peran penting dalam menunjang pelaksanaan tugas kepolisian yang menuntut kesiapan fisik, emosional, dan sosial.
“Materi yang disampaikan sangat relevan, tidak hanya untuk menunjang kinerja personel, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga dan lingkungan masyarakat,” ungkap Kapolres.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan serius dan menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian yang humanis dan berorientasi pada pencegahan.
Sementara itu, Kasat Binmas Polres Boyolali Iptu Ignatius Andrean Setianto menyoroti masih rendahnya kesadaran dan penanganan terhadap masalah kesehatan mental, khususnya di kalangan remaja.
Ia menyebutkan bahwa banyak anak dan remaja yang mengalami gangguan kesehatan mental, namun hanya sebagian kecil yang mendapatkan pendampingan profesional.
“Kondisi ini menjadi perhatian serius, karena gangguan kesehatan mental yang tidak tertangani dapat memicu berbagai persoalan sosial, mulai dari kenakalan remaja hingga tindak kriminal,” jelasnya.
Sebagai bentuk komitmen, Polres Boyolali terus menjalin kerja sama dengan psikolog dan psikiater, sekaligus mendorong peran aktif Bhabinkamtibmas dalam menyosialisasikan pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah masyarakat.
Dalam pemaparannya, dr. Agnes Fatimah menjelaskan secara menyeluruh tentang konsep kesehatan mental, faktor penyebab gangguan, serta dampaknya terhadap perilaku individu, khususnya pada generasi Z dan remaja.
Ia juga membagikan strategi sederhana dalam mengelola stres dan menjaga kesehatan mental, baik secara pribadi maupun dalam lingkungan sosial.
Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung aktif, mencerminkan antusiasme peserta dalam memahami isu kesehatan mental secara lebih mendalam.
Kegiatan ditutup dengan rangkaian acara seremonial, mulai dari doa bersama, foto bersama, hingga penyerahan cendera mata kepada narasumber.
Melalui forum ini, Polres Boyolali menegaskan komitmennya untuk mencetak personel Polri yang profesional, peduli, dan berkepekaan sosial tinggi, sekaligus berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang sehat secara mental demi terwujudnya keamanan dan keharmonisan sosial yang berkelanjutan. (ar)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.