KENDAL, Kabarjateng.id – Suasana Balai Desa Pidodo Kulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, tampak lebih ramai dari biasanya pada Rabu (15/10/2025). Sejak pagi buta, warga sudah memenuhi halaman balai desa. Sebagian membawa buku kesehatan, sementara yang lain terlihat mengantre sambil menenteng beras bantuan.
Hari itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar program pelayanan kesehatan dan penyaluran bantuan sosial secara terpadu.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Selapanan Pemprov Jateng, yakni rangkaian agenda rutin pemerintah provinsi yang menghadirkan berbagai program unggulan langsung ke desa.
Beberapa program yang dilaksanakan antara lain Pelayanan Kesehatan Spesialistik Keliling (Speling), Kelompok Usaha Bersama (Kube), Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), serta Gerakan Pangan Murah (GPM).
Salah satu penerima manfaat adalah Sukosalam, warga Kecamatan Gemuh. Ia mengaku sangat bersyukur karena kelompok usahanya mendapatkan bantuan Kube sebesar Rp20 juta dari Pemprov Jateng.
“Kami bergerak di bidang penggemukan sapi, dengan sepuluh anggota. Selama ini usaha berjalan sendiri-sendiri. Dengan adanya bantuan ini, kami bisa membeli pakan dan memperbaiki kandang. Rasanya senang sekali, kami merasa diperhatikan dan semakin termotivasi untuk berkembang,” tuturnya sambil tersenyum.
Selain dukungan ekonomi, pemerintah juga menyalurkan 1 ton beras CPPD untuk 100 kepala keluarga di Desa Pidodo Kulon, masing-masing menerima 10 kilogram beras.
Penyaluran bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Di sisi lain, pelayanan kesehatan keliling juga mendapat sambutan luar biasa. Tenda pemeriksaan dipenuhi warga yang ingin berobat.
Mustofa, warga setempat, datang bersama istrinya untuk memanfaatkan layanan dokter spesialis yang hadir langsung ke desa.
“Istri saya periksa THT. Biasanya kami harus ke puskesmas induk atau rumah sakit yang jaraknya cukup jauh. Sekarang lebih mudah dan gratis,” ujarnya dengan nada lega.
Kisah serupa datang dari Jamsari, warga penderita diabetes yang sudah 15 tahun berjuang melawan penyakitnya.
“Dulu saya sempat berhenti berobat karena merasa sudah sembuh. Tapi luka kambuh lagi. Setelah diberi tahu perangkat desa tentang Speling, saya langsung datang. Alhamdulillah bisa periksa tanpa harus jauh-jauh,” ungkapnya.
Program Speling sendiri merupakan inovasi Pemprov Jateng untuk mendekatkan layanan kesehatan ke masyarakat pelosok.
Hingga 13 Oktober 2025, program ini telah menjangkau 595 desa di 35 kabupaten/kota, dengan 64.278 jiwa penerima manfaat.
Capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Jawa Tengah bahkan mencapai 9,51 juta jiwa atau 95,98%, melampaui capaian nasional sebesar 93,24%.
Menurut Isti, perwakilan Puskesmas Patebon, kegiatan Speling kali ini bekerja sama dengan RSUD Tugu Kendal, menghadirkan dokter spesialis THT, paru, penyakit dalam, serta layanan radiologi dan pemeriksaan dasar.
“Antusiasme masyarakat luar biasa, lebih dari 100 orang datang hari ini. Ada beberapa yang perlu pemeriksaan lanjutan seperti rontgen paru,” jelasnya.
Ia juga menyebut banyak warga memanfaatkan layanan untuk pemeriksaan hipertensi dan diabetes, yang nantinya akan dipantau melalui tim Penyakit Tidak Menular (PTM).
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turut hadir meninjau langsung kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi partisipasi masyarakat dan menegaskan bahwa Speling merupakan wujud nyata pemerataan pelayanan kesehatan hingga ke tingkat desa.
“Masyarakat dapat layanan dokter gratis tanpa harus jauh-jauh ke rumah sakit. Ini bukti nyata kehadiran pemerintah,” ujarnya.
Ia menambahkan, program ini juga selaras dengan arahan Presiden untuk memperluas akses layanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang tinggal jauh dari fasilitas medis.
Beberapa temuan kasus TBC dan penyakit tidak menular akan ditindaklanjuti dengan pelacakan serta pendampingan agar masyarakat dapat pulih bersama. (ra)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.