Menu

Mode Gelap
 

Headline · 8 Sep 2025 21:46 WIB

Wagub Jateng Ajak Santri Kuasai Dakwah Visual Lewat Sinematografi


					Wagub Jateng Ajak Santri Kuasai Dakwah Visual Lewat Sinematografi Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendorong para santri agar mampu menguasai metode dakwah berbasis visual. Menurutnya, pendekatan tersebut membuat pesan dakwah lebih menarik dan mudah dipahami masyarakat luas.

“Santri harus belajar memvisualisasikan dakwah agar lebih komunikatif dan tidak monoton,” ujar Gus Yasin, sapaan akrabnya, saat membuka pelatihan sinematografi untuk santri pondok pesantren yang digelar Baznas Jawa Tengah di Masjid Agung Jawa Tengah, Senin (8/9/2025).

Ia menekankan, dakwah di era digital harus memanfaatkan media kekinian seperti TikTok, Instagram, dan berbagai platform lainnya. Namun, penggunaan media tersebut harus tetap disertai dengan ilmu, akhlak, dan adab yang baik.

Gus Yasin berharap, pelatihan sinematografi ini bisa memberikan bekal berharga bagi santri, sehingga mereka dapat menyalurkan dakwah melalui media film maupun konten kreatif lainnya.

Wakil Ketua Lesbumi NU Jawa Tengah, Abdullah Ibnu Thalhah, menjelaskan bahwa program ini sudah memasuki angkatan kedua.

Jika pada angkatan pertama diikuti 100 peserta, maka kali ini jumlahnya meningkat menjadi 125 peserta. Bahkan, ada alumni yang kembali ikut untuk memperdalam keahlian.

Sementara itu, Ketua Baznas Jawa Tengah, Ahmad Darodji, menegaskan bahwa sinematografi menjadi sarana penting dalam menyampaikan pesan dakwah.

Menurutnya, penyampaian lisan saja seringkali kurang efektif tanpa dukungan visual. Karena itu, materi pelatihan meliputi teknik kamera, penyutradaraan, hingga tata musik.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin lahir sineas santri yang disiplin, kreatif, dan mampu membawa dakwah ke level yang lebih luas,” ungkap Darodji. Ia menambahkan, Baznas Jateng sudah melatih 13.879 orang melalui 23 jenis program pelatihan, termasuk sinematografi.

Salah satu peserta, Vicky dari Pondok Pesantren Amtsilati Jepara, mengaku senang mendapat kesempatan ini. Ia berharap bisa mengembangkan media pesantren agar lebih sistematis dan terkelola dengan baik.

Hal serupa diungkapkan Ahmad, santri dari Ponpes Karang Santri, Temanggung, yang sering bertugas di bidang dokumentasi. Ia merasa keterampilan sinematografi akan sangat bermanfaat dalam menunjang aktivitas dakwah. (di)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Kapolres Tegal Cek Kesiapan Pos Pengamanan Ops Ketupat Candi 2026

11 Maret 2026 - 20:41 WIB

Polres Tegal Laksanakan Ramp Check Bus Pariwisata di Pool Dedy Jaya

11 Maret 2026 - 20:37 WIB

Selama 2 Pekan, Polres Jepara Ungkap 24 Kasus Prostitusi dan Amankan 41 Orang

11 Maret 2026 - 19:33 WIB

Diduga Korsleting Listrik, Mobil Terbakar di Garasi Rumah Warga Delanggu

11 Maret 2026 - 19:13 WIB

Polda Jateng Matangkan Pengamanan Lebaran Lewat Lat Pra Ops Ketupat Candi 2026

11 Maret 2026 - 18:49 WIB

Gubernur Luthfi Tinjau Longsor Cilibur, Warga Desak Percepatan Perbaikan Jalan Penghubung

11 Maret 2026 - 17:59 WIB

Trending di Daerah