Menu

Mode Gelap
 

Headline · 18 Mei 2025 15:36 WIB

Tradisi Merti Desa Wonoplumbon Kembali Digelar, Meriahkan Semangat Pelestarian Budaya


					Tradisi Merti Desa Wonoplumbon Kembali Digelar, Meriahkan Semangat Pelestarian Budaya Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Warga Kelurahan Wonoplumbon, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, tampak antusias menyambut kembali digelarnya tradisi Merti Desa pada Sabtu, 17 Mei 2025.

Setelah sempat terhenti akibat pandemi Covid-19, kegiatan yang menjadi wujud rasa syukur atas berkah Tuhan ini kembali dihelat dengan meriah dan semangat kebersamaan.

Tradisi Merti Desa merupakan bentuk tasyakuran masyarakat atas hasil bumi dan keselamatan yang mereka nikmati.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga dan menjaga warisan budaya leluhur agar tetap lestari di tengah arus modernisasi.

Kirab budaya menjadi pembuka rangkaian kegiatan yang berlangsung di Lapangan Voli 3 RT 01 RW 01, Kelurahan Wonoplumbon.

Tak kurang dari 800 warga berpartisipasi, mewakili tiap RT dan RW, dengan menampilkan berbagai atraksi budaya seperti reog, jaran kepang, serta membawa gunungan berisi hasil pertanian warga.

Pawai budaya ini menyusuri jalan-jalan kampung Desa Sapen dengan penuh semangat dan warna-warni.

“Setelah vakum selama beberapa tahun, akhirnya tahun ini kita bisa kembali menggelar Merti Desa. Ini adalah bentuk syukur dan doa agar warga selalu diberi kedamaian dan keberkahan,” ujar Gunawan, panitia kirab budaya.

Ia juga menyampaikan kebanggaannya atas antusiasme warga yang tampil maksimal dan penuh kreativitas.

Sebagai penutup, pada malam harinya digelar pagelaran wayang kulit dengan lakon Wisanggeni Krida oleh dalang Ki Tantut Sutanto dari Klaten, didukung penampilan sinden Tatin dan Uncek.

Pertunjukan ini menjadi magnet utama yang dinanti warga dan sekaligus menjadi simbol pelestarian budaya Jawa.

Tokoh masyarakat sekaligus Ketua Permadani Kecamatan Mijen, Edi Purnomo, turut hadir dan menyampaikan apresiasinya.

Ia menilai semangat warga Wonoplumbon dalam melestarikan budaya merupakan contoh nyata peran aktif masyarakat dalam menjaga identitas budaya bangsa.

“Kegiatan ini bukan hanya bentuk hiburan, tetapi juga edukasi budaya bagi generasi muda. Kami dari Permadani selalu mendukung dan siap menjadi garda terdepan dalam menjaga tradisi leluhur,” tegasnya.

Edi juga berharap, semangat warga Wonoplumbon bisa menular ke kelurahan lain di Kecamatan Mijen maupun wilayah Kota Semarang.

Menurutnya, potensi lokal sangat besar untuk digali dan dikembangkan melalui kegiatan adat seperti Merti Desa yang mampu menggerakkan perekonomian serta mempererat nilai-nilai gotong royong. (hw)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Pegadaian Kanwil XI Semarang Santuni 20 Anak Yatim Lewat Safari Ramadhan 2026

13 Maret 2026 - 15:45 WIB

PT Pegadaian Kanwil XI Semarang salurkan santunan kepada 20 anak yatim piatu di pondok pesantren dan panti asuhan sebagai bagian Safari Ramadhan 2026.

Bagikan Al-Qur’an ke Rutan Jepara, MPC Pemuda Pancasila Perkuat Pembinaan Keagamaan

13 Maret 2026 - 15:43 WIB

Personel Brimob Perkuat Pelayanan Operasi Ketupat Candi 2026 di Wilayah Polres Tegal

13 Maret 2026 - 15:03 WIB

Bandara Ahmad Yani Semarang Buka Posko Angkutan Udara Lebaran 2026

13 Maret 2026 - 12:45 WIB

510 Personel Polres Semarang Siap Amankan Operasi Ketupat Candi 2026

13 Maret 2026 - 08:38 WIB

Amankan Mudik Lebaran, Polres Demak Turunkan 350 Personel

13 Maret 2026 - 07:44 WIB

Trending di Daerah