JEPARA, Kabarjateng.id – Kepolisian Resor (Polres) Jepara, Polda Jawa Tengah, melalui Tim Patroli Presisi Siraju kembali melakukan langkah tegas dengan membubarkan pesta minuman keras (miras) yang dilakukan sejumlah remaja di wilayah Kecamatan Jepara Kota, Sabtu (13/9/2025) malam.
Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso, melalui Kasi Humas Polres Jepara AKP Dwi Prayitna, menjelaskan bahwa tindakan tersebut merupakan respon cepat atas aduan masyarakat yang masuk ke Polres Jepara.
Laporan diterima dari beberapa titik, di antaranya kawasan Pantai Kartini, GBK, serta Pantai Bandengan.
“Informasi kami terima tidak hanya dari warga setempat, tetapi juga lewat kanal resmi pengaduan Polres Jepara, baik WhatsApp Siraju di nomor 08112894040 maupun panggilan darurat Call Center 110 Polri. Setelah itu, tim langsung kami terjunkan ke lokasi,” ungkapnya.
Tim yang dipimpin Ipda Ahmad Rizal Hery R bergerak cepat ke sejumlah lokasi dan menemukan sekelompok pemuda sedang asyik mengonsumsi miras.
Dari tangan mereka, petugas menyita beberapa botol minuman beralkohol berbagai merek.
Seluruh pemuda yang terjaring tidak serta-merta diproses hukum. Identitas mereka didata, kemudian diberikan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya.
Menurut AKP Dwi, pesta miras di area publik berpotensi menimbulkan keributan dan meresahkan masyarakat.
“Minuman keras kerap menjadi pemicu perkelahian dan tindakan anarkis. Karena itu, kami terus melakukan langkah preventif untuk menjaga situasi Jepara tetap kondusif,” tegasnya.
Selain membubarkan pesta miras, Tim Patroli Siraju malam itu juga menggelar patroli antisipasi balap liar, khususnya di sekitar SPBU Kalitekuk Tahunan hingga jalur Rengging–Pecangaan. Langkah ini untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.
Lebih lanjut, AKP Dwi mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, terutama ketika berada di luar rumah pada malam hari.
“Kontrol keluarga sangat penting untuk mencegah anak-anak terjerumus ke perilaku negatif, seperti tawuran, pesta miras, penyalahgunaan narkoba, hingga balap liar. Perhatian orang tua menjadi benteng pertama dalam mencegah kenakalan remaja,” pungkasnya. (ks)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.