Menu

Mode Gelap
 

Headline · 25 Jun 2024 08:04 WIB

Subditgakkum Ditpolairud Polda Jateng Periksa 3 Kapal Perikanan di Bulan Juni


					Subditgakkum Ditpolairud Polda Jateng Periksa 3 Kapal Perikanan di Bulan Juni Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Dalam menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai pemelihara keamanan dan ketertiban serta pembinaan masyarakat dan penegakan hukum di wilayah perairan, Ditpolairud Polda Jawa Tengah melaksanakan berbagai operasi sebagai fungsi deteksi dini, preemtif, preventif, dan penegakan hukum.

Dalam rangka penegakan hukum, khususnya untuk mencegah terjadinya penangkapan ikan ilegal di perairan Jawa Tengah, Subditgakkum Ditpolairud Polda Jawa Tengah mengawali bulan Juni 2024 dengan kegiatan deteksi dini dan penyelidikan oleh Tim Intelair.

Mereka menerima informasi bahwa terdapat kapal perikanan asal Jawa Timur yang berlayar mencari ikan di perairan Batang diduga tanpa Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dari Syahbandar setempat.

Berdasarkan informasi tersebut, tim kemudian memeriksa KM. JATI SUBUR JAYA (GT 25) dengan nakhoda Moh Supanji dan 19 ABK, KM. GREMET LAUT (GT 11) dengan nakhoda Jurikno dan 19 ABK, serta KM. BAROKAH REZEKI (GT 21) dengan nakhoda Sutejo dan 20 ABK.

Ketiga kapal tersebut diketahui sedang berlayar mencari ikan di perairan Batang dan dalam pemeriksaan dokumen kapal, ketiganya tidak memiliki Surat Persetujuan Berlayar dari Syahbandar.

Selanjutnya, ketiga kapal perikanan tersebut dibawa ke dermaga Mako Satpolairud Polres Batang dan ketiga nakhoda serta ABK-nya diperiksa oleh Tim Sisidik Subditgakkum.

Untuk penanganan lebih lanjut, Penyidik Ditpolairud Polda Jawa Tengah menyerahkan penanganan perkara kepada Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai Batang untuk proses lebih lanjut.

Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala PPP Batang memberikan teguran dan pembinaan kepada pemilik kapal dan nakhoda agar mereka tertib dalam melaporkan pembuatan SPB setiap kali akan melaut dan berjanji tidak mengulangi perbuatan tersebut.

Upaya penegakan hukum ini dilakukan dengan pendekatan restorasi keadilan, di mana pengenaan sanksi pidana menjadi upaya terakhir untuk meningkatkan kepatuhan pemilik kapal dalam pengurusan SPB.

Dirpolairud Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Hariadi, SH, SIK, MH, mengimbau para nelayan untuk menyadari betapa pentingnya Surat Persetujuan Berlayar. SPB memastikan bahwa kapal, awak kapal, dan muatannya secara teknis administratif telah memenuhi persyaratan kesehatan ABK, keselamatan, dan keamanan pelayaran. (Alim / Kabarjateng.id)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

1 Komentar

semua sudah ditampilkan
Kabar Terbaru

Dua Kendaraan Pemudik Terlibat Kecelakaan di Tol Semarang–Solo, Dua Penumpang Luka

15 Maret 2026 - 17:43 WIB

Tawuran di Jalan Raya Tuntang, Polisi Amankan Sejumlah Remaja

15 Maret 2026 - 17:26 WIB

Hari ke-2 Operasi Ketupat Candi 2026, 31.703 Kendaraan Masuk Jateng Lewat GT Kalikangkung

15 Maret 2026 - 17:02 WIB

Hadapi Arus Mudik 2026, Telkomsel Perkuat Jaringan dan Posko Layanan di Jawa Bali

15 Maret 2026 - 15:12 WIB

Telkomsel mudik 2026, jaringan Telkomsel Lebaran, Telkomsel RAFI 2026, posko Telkomsel mudik, jaringan Telkomsel Jawa Bali, Telkomsel siaga Lebaran, BTS mobile Telkomsel, layanan Telkomsel Ramadan

Polda Jateng Ingatkan Pemudik Tidak Berhenti di Bahu Jalan Tol

15 Maret 2026 - 09:24 WIB

Warga Brangkongan Geger, Seorang Pria Tewas di Atas Pohon Kelapa

15 Maret 2026 - 06:34 WIB

Trending di Daerah