Menu

Mode Gelap
 

Headline · 28 Mei 2025 08:52 WIB

Semarang Naik Peringkat Toleransi Nasional, Makin Diakui Sebagai Kota Inklusif


					Semarang Naik Peringkat Toleransi Nasional, Makin Diakui Sebagai Kota Inklusif Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id — Kota Semarang kembali mencatatkan pencapaian membanggakan dalam bidang toleransi dan inklusi sosial. Berdasarkan pengumuman Indeks Kota Toleran (IKT) 2024 yang dirilis oleh SETARA Institute pada Selasa (27/5) di Jakarta, Semarang berhasil menempati posisi ketiga secara nasional.

Peringkat ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yaitu posisi ketujuh pada 2022 dan kelima pada 2023, dengan skor terbaru mencapai 6,356.

Wali Kota Semarang, Agustina, menerima langsung penghargaan tersebut dari Direktur Hubungan Antar Lembaga dan Kerja Sama BPIP, Elfrida Herawati Siregar.

Dalam sambutannya, Agustina menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga Semarang, khususnya kepada pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang telah berperan aktif dalam menjaga kerukunan.

“Prestasi ini adalah hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat—tokoh agama, masyarakat sipil, dan pemerintah. Ini adalah bukti nyata semangat gotong royong warga Semarang,” ungkap Agustina.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat nilai-nilai toleransi demi kemajuan kota.

SETARA Institute menggarisbawahi bahwa capaian ini tak lepas dari kolaborasi antara kepemimpinan yang berpihak pada inklusi, birokrasi yang cepat tanggap, serta partisipasi aktif masyarakat.

Salah satu faktor yang mendorong peningkatan peringkat Semarang adalah kehadiran regulasi pendukung, seperti Peraturan Daerah No. 9 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan HAM dan Peraturan Wali Kota No. 48 Tahun 2024 mengenai Rencana Aksi Daerah untuk mencegah dan menangani ekstremisme.

Peran strategis juga dimainkan oleh FKUB yang aktif dalam memfasilitasi dialog antariman dan memberikan edukasi tentang keberagaman.

Tahun ini, FKUB memperoleh dukungan dana hibah sebesar Rp800 juta dari Pemkot Semarang untuk memperkuat program-programnya.

Sejak awal tahun, forum ini telah mengeluarkan delapan rekomendasi untuk pendirian rumah ibadah, termasuk gereja, vihara, dan klenteng.

“Penghargaan ini bukan akhir, tapi awal dari tantangan baru. Mari kita wujudkan Semarang sebagai kota paling toleran di Indonesia tahun depan,” tutup Agustina. (day)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Mudik Gratis Jateng, Kisah Sopir Bus Mengantar Rindu Pemudik

16 Maret 2026 - 08:37 WIB

Ammy Amalia Jabat Plt Bupati Cilacap, Pemkab Pastikan Pelayanan Publik Tetap Optimal

16 Maret 2026 - 08:23 WIB

Antisipasi Tawuran, Polres Kendal Perkuat Patroli Dini Hari Jelang Idulfitri 1447 H

16 Maret 2026 - 04:50 WIB

Satgas GRIB Jaya DPD Jateng Tebar Ribuan Takjil untuk Warga Genuk Semarang

16 Maret 2026 - 04:33 WIB

Sambut Lebaran, UPZ Lazisma MAJT Salurkan 507 Paket Zakat dan Sembako untuk Warga Duafa

16 Maret 2026 - 04:02 WIB

Polres Tegal Salurkan Bantuan Sembako kepada Pengungsi Tanah Bergerak Desa Padasari

16 Maret 2026 - 03:33 WIB

Trending di Berita Polri