BOYOLALI, Kabarjateng.id — Puncak Penganugerahan Duta Santri Nasional 2025 berlangsung semarak dan penuh khidmat di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah. Ribuan santri, pendidik pesantren, serta masyarakat umum memadati Gedung Muzdalifah untuk menyaksikan momen istimewa yang menjadi salah satu agenda penting dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Acara ini digagas oleh Yayasan Duta Santri Nasional bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Agama RI, Kanwil Kemenag Jawa Tengah, serta PWNU Jawa Tengah.
Puncak penganugerahan juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube Duta Santri Nasional dan mendapat perhatian luas dari berbagai media daerah maupun nasional.
Dari total 5.995 peserta yang berasal dari 38 provinsi di Indonesia, sebanyak 30 finalis terpilih mewakili 12 provinsi untuk tampil di babak grand final.
Para peserta datang dari berbagai penjuru Nusantara—mulai Aceh, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Gorontalo, hingga Papua Selatan.
Sebelum memasuki tahap final, mereka telah melalui masa pembinaan intensif yang menekankan peningkatan kapasitas intelektual, kemampuan komunikasi, wawasan keagamaan, serta kontribusi sosial di lingkungan pesantren.
Dewan juri terdiri dari tokoh-tokoh kredibel lintas bidang, antara lain Zidal Huda, S.Ag., M.Ag. (Direktorat Pesantren Kemenag RI), Nyai Tazkiyatul Muthmainnah, M.Kes. (Wakil Wali Kota Tegal), Dr. Munajat, Ph.D. (Direktur Masjid Raya Sheikh Zayed Solo), Nyai Uswatun Hasanah, S.H.I., M.Pd. (Pengasuh Ponpes Al Azhar Mojokerto), KH. Abdul Ghoffar Rozin (Ketua PWNU Jawa Tengah), serta Prof. Dr. H. Toto Suharto, S.Ag., M.Ag. (Rektor UIN Surakarta).
Turut pula hadir para tokoh pendidikan dan pelaku usaha pesantren yang berperan dalam pengembangan dakwah dan kewirausahaan santri.
Dalam ajang bergengsi ini, Muchammad Faizuddaroin dari Pondok Pesantren Al Jihad Surabaya, Jawa Timur, terpilih sebagai Juara 1 Putra, sedangkan Hayun Halimatul Ummah dari Pondok Pesantren Salafiyah Al-Muawanah, Bandung, Jawa Barat, dinobatkan sebagai Juara 1 Putri sekaligus Juara Umum Duta Santri Nasional 2025.
Sebagai bentuk penghargaan, Hayun berhak mendapatkan perjalanan umrah dan program edukatif ke Mesir, sebagai simbol apresiasi terhadap semangat juang dan potensi global para santri Indonesia.
Ketua Yayasan Duta Santri Nasional, Muyassarohul Hafidzah, menyampaikan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan sarana mempererat silaturahmi antar-santri serta mengembangkan potensi kepemimpinan muda di lingkungan pesantren.
“Duta Santri adalah ruang kolaborasi yang menghidupkan nilai dakwah, literasi, dan semangat kebangsaan,” ujarnya.
Sejak berdiri, yayasan ini telah melahirkan berbagai program inspiratif seperti Ngaji Literasi Digital bersama Kominfo, Santri Digital Preneurship Indonesia, talkshow motivasi bersama Kemenpora RI, serta kegiatan sosial bersama Baznas dan BNPT.
Para duta terpilih nantinya akan menjalankan program pemberdayaan di berbagai pesantren dan menjalin kerja sama strategis dengan instansi pemerintah maupun lembaga sosial di tingkat nasional dan daerah.
Pada malam puncak tersebut juga dilakukan peluncuran “Batik Duta Santri Nasional” serta “Mars Duta Santri Nasional”, yang menjadi tonggak penting perjalanan organisasi ini.
Hadir pula Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), yang memberikan apresiasi atas kiprah para santri dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
“Santri telah membuktikan bahwa dakwah dapat berjalan beriringan dengan inovasi dan intelektualitas. Mereka adalah penjaga nilai kemanusiaan sekaligus agen perubahan di era digital,” tegas Gus Yasin dalam sambutannya.
Penganugerahan Duta Santri Nasional 2025 ini tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga momentum memperkuat peran santri sebagai generasi moderat, inklusif, dan berdaya saing tinggi dalam membangun peradaban bangsa. (ar)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.