BANJARNEGARA, Kabarjateng.id – Warga Desa Salamerta, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, menyambut antusias program “Rabu Pon” atau Ibu/Perempuan Menanam Pohon, yang digagas Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah.
Program ini dinilai mampu memberi manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga lingkungan dan mendukung ketahanan pangan keluarga.
Rosidah (33), salah satu peserta pelatihan Rabu Pon yang digelar di Aula Balai Desa Salamerta, Kamis (7/8/2025), menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.
Menurutnya, penanaman pohon yang dilakukan para ibu dapat mengurangi risiko bencana tanah longsor yang kerap mengancam wilayahnya.
“Program ini sangat membantu kami dalam mencegah longsor. Dampaknya terasa langsung bagi lingkungan sekitar,” ungkap Rosidah saat ditemui usai kegiatan.
Hal senada disampaikan Ratiyem (40), peserta lainnya. Ia menilai program Rabu Pon tidak hanya bermanfaat dari sisi lingkungan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi keluarga.
Sebagai orang tua tunggal, bantuan yang diterima seperti bibit tanaman, ayam ternak, pakan, dan kandang sangat membantunya dalam memenuhi kebutuhan keluarga.
“Selain bisa meningkatkan ketahanan pangan, hasil ternak ayam juga bisa menambah pemasukan dari penjualan telur. Bantuan ini sangat berarti,” ujarnya.
Kabupaten Banjarnegara sendiri termasuk wilayah dengan risiko bencana tanah longsor yang tinggi di Jawa Tengah.
Karena itu, program Rabu Pon disambut positif oleh masyarakat dan jajaran TP PKK setempat. Pelatihan yang digelar pada 7–8 Agustus 2025 ini menjadi salah satu bentuk keseriusan daerah dalam mendukung program pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi keluarga.
Ketua TP PKK Provinsi Jateng, Nawal Arafah Yasin, melalui Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga, Indah Sumarno, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkuat ketahanan keluarga dan mengurangi risiko bencana melalui pelestarian lingkungan.
“Bibit tanaman yang ditanam diharapkan dapat berfungsi sebagai penguat tanah di wilayah rawan longsor. Selain itu, bantuan ayam dan kandangnya diharapkan bisa dikembangkan untuk meningkatkan ekonomi keluarga,” terang Indah.
Ia juga berharap para peserta pelatihan dapat mengelola bantuan yang diberikan dengan baik, agar hasilnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, baik dari sisi ketahanan pangan maupun pemberdayaan ekonomi keluarga.
Sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan, TP PKK Jateng juga menyalurkan berbagai bantuan lainnya di Desa Salamerta, seperti rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), paket sembako, bibit tanaman, ternak ayam, hingga sambungan listrik gratis bagi warga kurang mampu. (ajp)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.