Menu

Mode Gelap
 

Headline · 24 Okt 2025 18:30 WIB

Polres Pekalongan Ungkap Lima Kasus Kriminal September–Oktober, Termasuk Curanmor Viral dan Pengeroyokan 


					Polres Pekalongan Ungkap Lima Kasus Kriminal September–Oktober, Termasuk Curanmor Viral dan Pengeroyokan  Perbesar

PEKALONGAN, Kabarjateng.id – Kepolisian Resor (Polres) Pekalongan berhasil mengungkap lima kasus tindak pidana yang terjadi di wilayah hukumnya selama periode September hingga Oktober 2025.

Hal itu disampaikan Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., dalam konferensi pers di Aula Polres Pekalongan, Jumat (24/10/2025).

Kapolres menjelaskan bahwa kasus yang berhasil diungkap terdiri atas pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencabulan, pencurian dengan pemberatan, pengeroyokan, serta penggelapan dalam jabatan.

“Selama dua bulan terakhir, kami telah menyelesaikan lima kasus dengan tersangka yang sudah diamankan di masing-masing Polsek dan Satreskrim,” ujar AKBP Rachmad.

1. Curanmor Viral di Sragi

Kasus pertama yang menjadi sorotan publik adalah pencurian kendaraan bermotor yang sempat viral di media sosial.

Peristiwa itu terjadi pada 30 September 2025 di Desa Sragi, Kecamatan Sragi.

Polisi menangkap tersangka berinisial R beserta barang bukti berupa sepeda motor, BPKB, dan STNK.

Dari hasil penyelidikan, R diketahui telah beraksi di delapan lokasi berbeda, antara lain di Tangkil, Krasak, Ponolawen, Sukorejo, Ujungnegoro, Pegandon, dan Paweden.

Modusnya, pelaku memanfaatkan kelalaian korban yang meninggalkan motor dengan kunci masih menempel.

“Salah satu korban meninggalkan kendaraannya saat mengantar cucu. Kesempatan itu digunakan pelaku untuk membawa kabur motor,” jelas Kapolres.

Tersangka dijerat Pasal 363 ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana hingga tujuh tahun penjara.

2. Oknum Guru Ngaji Cabul di Bojong

Kasus kedua ialah tindak asusila yang dilakukan seorang guru ngaji berinisial A di Kecamatan Bojong.

Polisi bertindak cepat setelah kasus ini viral dan memancing emosi warga. Berdasarkan hasil penyidikan, ada tujuh anak yang menjadi korban.

“Tersangka mengajar di sebuah TPQ dan melakukan perbuatan cabul terhadap para santrinya,” terang AKBP Rachmad.

Pelaku dijerat Pasal 82 ayat (1) UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 65 KUHP, dengan ancaman pidana 5 hingga 15 tahun penjara serta denda maksimal Rp5 miliar.

3. Pencurian dengan Pemberatan

Kasus berikutnya terjadi di Desa Pekiringan Alit, Kecamatan Kajen, pada 2 Oktober 2025. Tersangka berinisial E masuk ke rumah korban dengan cara mencongkel jendela dan mengambil telepon genggam.

Aksi itu gagal total setelah pemilik rumah memergoki pelaku. Warga sempat mengejar hingga pelaku meninggalkan sepeda motornya di lokasi.

Tersangka dijerat Pasal 363 ayat (1) ke-3 dan ke-5 KUHP dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun.

4. Pengeroyokan di Kedungwuni

Kasus pengeroyokan terjadi pada 1 September 2025 dini hari di wilayah Kedungwuni. Pelaku berinisial R terlibat dalam perkelahian antarwarga yang berujung kekerasan bersama-sama.

Ia dijerat Pasal 170 KUHP dengan ancaman pidana lima tahun enam bulan penjara.

5. Penggelapan dalam Jabatan

Kasus terakhir melibatkan tersangka berinisial B, seorang sales di salah satu perusahaan di Pekalongan.

Sejak Desember 2022 hingga Januari 2023, B diduga membuat pesanan fiktif, tidak menyetorkan uang hasil penjualan, serta menahan barang retur.

Atas perbuatannya, ia dijerat Pasal 374 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Imbauan Kapolres

Menutup konferensi pers, Kapolres AKBP Rachmad C. Yusuf mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap aksi kejahatan, terutama kasus curanmor.

“Sebagian besar kasus terjadi karena kelalaian korban. Jangan meninggalkan kunci di motor, meski hanya sebentar. Waspada adalah langkah pencegahan terbaik,” tegasnya.

Dengan berbagai pengungkapan ini, Polres Pekalongan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum setempat. (di)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Kapolres Ajak Pelajar SMK NU Ungaran Isi Ramadan dengan Kegiatan Positif

11 Maret 2026 - 23:08 WIB

Exit Tol Fungsional Ambarawa Siap Digunakan, Polres Semarang Siagakan Personel

11 Maret 2026 - 22:54 WIB

Pengadilan Tinggi Jawa Tengah Kuatkan Putusan PN Jepara Terkait Sengketa Penarikan Mobil

11 Maret 2026 - 22:26 WIB

Salah Ikuti Google Maps, Ford Fiesta Nyungsep dan Tabrak Rumah Warga di Ungaran Timur 

11 Maret 2026 - 22:02 WIB

Kapolres Tegal Cek Kesiapan Pos Pengamanan Ops Ketupat Candi 2026

11 Maret 2026 - 20:41 WIB

Polres Tegal Laksanakan Ramp Check Bus Pariwisata di Pool Dedy Jaya

11 Maret 2026 - 20:37 WIB

Trending di Berita Polri