Menu

Mode Gelap
 

Headline · 16 Sep 2025 12:52 WIB

Perempuan Brebes Dilatih Olah Bawang Merah Jadi Bawang Crispy, Nawal Yasin Dorong Kemandirian Ekonomi


					Perempuan Brebes Dilatih Olah Bawang Merah Jadi Bawang Crispy, Nawal Yasin Dorong Kemandirian Ekonomi Perbesar

BREBES, Kabarjateng.id – Puluhan perempuan dari Desa Kupu, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, mengikuti pelatihan pengolahan bawang merah yang digelar Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Jawa Tengah pada Senin (15/9/2025).

Dalam kegiatan ini, para peserta dikenalkan cara mengolah bawang merah menjadi produk bawang crispy dan berbagai varian olahan lain yang memiliki nilai jual tinggi.

Ketua Umum BKOW Jateng, Nawal Arafah Yasin, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan membekali perempuan dengan keterampilan wirausaha.

Menurutnya, banyak perempuan di Brebes yang harus ikut menopang perekonomian keluarga, bahkan menjadi tulang punggung.

“Program ini bagian dari kontribusi BKOW untuk membantu pemerintah menekan angka kemiskinan. Sejak 2021, kami menggulirkan program Desa Sejahtera bagi Perempuan dan Anak (Destara),” terang Nawal di Balai Desa Kupu. Ia menambahkan, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Maret 2025 tingkat kemiskinan di Jawa Tengah turun dari 9,58 persen menjadi 9,48 persen.

Nawal berharap, program pemberdayaan ini mendapat dukungan lintas pihak, baik pemerintah daerah maupun swasta. Menurutnya, penanganan kemiskinan akan lebih efektif bila dilakukan secara bersama-sama.

Selain memproduksi bawang crispy dengan berbagai inovasi rasa, BKOW juga mendorong peserta untuk memasarkan produk melalui platform digital.

“Kami ingin ibu-ibu di desa tidak hanya berhenti di pelatihan, tapi benar-benar mampu mandiri secara ekonomi. Ke depan, pendampingan dari dinas terkait dan dukungan kebijakan pemerintah desa sangat dibutuhkan agar gerakan ini berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten I Sekda Kabupaten Brebes, Khaerul Abidin, menyambut baik inisiatif ini.

Ia menegaskan bahwa Brebes adalah salah satu lumbung bawang merah nasional dengan luas lahan tanam sekitar 30 ribu hektare dan produksi mencapai 300 ribu ton per tahun. Namun, nilai tambah produk bawang merah masih perlu ditingkatkan.

“Dengan keterampilan mengolah bawang menjadi produk turunan, para perempuan desa bisa menciptakan peluang usaha baru. Hal ini bukan hanya membantu perekonomian keluarga, tetapi juga memperkuat ekonomi desa sekaligus membangun lingkungan yang ramah bagi perempuan dan anak,” jelas Khaerul. (di)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Pekerja Informal Terima Bantuan Beras Jelang Lebaran dari Pemprov Jateng

14 Maret 2026 - 13:36 WIB

Arus Kendaraan Mulai Meningkat di Tol Ungaran pada Hari Kedua Ops Ketupat Candi 2026

14 Maret 2026 - 13:20 WIB

Operasi Ketupat Candi 2026, Polda Jateng Batasi Kendaraan Sumbu Tiga di Sejumlah Titik Kota Semarang

14 Maret 2026 - 12:58 WIB

Bus Pariwisata Arah Guci Dihimbau Tidak Melintasi Jalur Clirit, dan Dialihkan ke Jalur Pemalang

14 Maret 2026 - 12:32 WIB

Festival Tukar Takir SMAN 1 Paguyangan, Tradisi Ramadan yang Menguatkan Budaya dan Kebersamaan

14 Maret 2026 - 12:24 WIB

Bandara Ahmad Yani Semarang Salurkan 1.000 Paket Sembako di Bulan Ramadan

14 Maret 2026 - 10:34 WIB

Trending di KABAR JATENG