SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi penyandang disabilitas.
Hal ini diwujudkan melalui penerimaan bantuan kursi roda adaptif dari Pemerintah Australia, yang diserahkan melalui Konsulat Jenderal Australia di Surabaya.
Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah, Imam Maskur, menyampaikan bahwa perhatian pemerintah provinsi terhadap kelompok disabilitas tidak hanya sebatas retorika, melainkan telah diwujudkan melalui kebijakan konkret.
Salah satunya dengan penegakan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2023 tentang Disabilitas, yang menekankan pentingnya penghormatan, kesetaraan, serta pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.
“Dukungan dari pemerintah pusat maupun mitra internasional menjadi bukti bahwa keberpihakan kepada kaum disabilitas terus mendapat perhatian. Kursi roda adaptif yang kami terima hari ini sangat bermanfaat, terutama bagi anak-anak dengan cerebral palsy agar mereka bisa beraktivitas dengan lebih mandiri,” ujar Imam saat penyerahan bantuan di Aula Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Senin (29/9/2025).
Dalam kesempatan itu, Pemprov Jateng menerima 170 unit kursi roda adaptif. Menurut data, masih ada sekitar 1.000 penyandang cerebral palsy di Jawa Tengah yang membutuhkan bantuan serupa.
Sebelumnya, pada dua tahun lalu, Jawa Tengah juga telah memperoleh 340 unit kursi roda dengan spesifikasi yang sama.
Imam menambahkan, apresiasi tinggi patut diberikan kepada Pemerintah Australia yang konsisten memberikan perhatian kepada masyarakat disabilitas di Jawa Tengah.
“Bantuan ini sangat berarti bagi peningkatan kualitas hidup penyandang disabilitas. Upaya ini sejalan dengan cita-cita Jawa Tengah sebagai provinsi inklusif dan berkelanjutan yang ikut berkontribusi pada terwujudnya Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.
Sementara itu, Konsul Jenderal Australia untuk Surabaya, Glen Askew, menegaskan bahwa kerja sama ini adalah bentuk nyata persahabatan antara Australia dan Indonesia.
Menurutnya, program pemberian kursi roda adaptif dilakukan secara bertahap di beberapa wilayah Indonesia, dengan tujuan memperkuat solidaritas dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Selain bantuan dari Australia, pada kegiatan yang sama juga disalurkan dukungan berupa tangan dan kaki palsu dari Pemerintah India kepada ratusan penyandang disabilitas.
Kehadiran berbagai bentuk bantuan ini menjadi sinyal positif bahwa upaya pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas semakin mendapat dukungan, baik dari dalam negeri maupun internasional. (rs)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.