Menu

Mode Gelap
 

Headline · 26 Okt 2025 20:53 WIB

Pemprov Jateng Gerak Cepat Tangani Banjir, Wagub Taj Yasin: Pompa 6.000 Lps dan Tanggul Laut Disiapkan


					Pemprov Jateng Gerak Cepat Tangani Banjir, Wagub Taj Yasin: Pompa 6.000 Lps dan Tanggul Laut Disiapkan Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat menanggulangi banjir yang melanda Kota Semarang dan Kabupaten Demak beberapa hari terakhir.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin, menegaskan bahwa berbagai langkah koordinatif telah dilakukan bersama sejumlah instansi terkait untuk mempercepat penanganan di lapangan.

Menurutnya, Pemprov Jateng telah menurunkan tim gabungan guna mengoperasikan pompa penyedot air di sejumlah titik banjir serta menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak.

Dapur umum juga telah dibuka untuk melayani warga serta para pengendara yang sempat terjebak banjir di jalur Pantura.

“Hari ini kami masih terus melakukan percepatan penanganan banjir di wilayah Semarang dan sekitarnya. Kami berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, kota, dan pusat agar penanganan bisa lebih maksimal,” ujar Gus Yasin dalam siaran langsung bersama CNN, Minggu (26/10/2026).

Ia mengakui, penanganan belum optimal lantaran beberapa unit pompa di Sungai Kaligawe, Sringin, dan Kali Tenggang masih dalam tahap perbaikan.

Meski begitu, Pemprov telah mengerahkan delapan unit pompa untuk membantu penyedotan air.

Di Sungai Kaligawe, pompa portabel dengan kapasitas 250–2.000 liter per detik (lps) telah beroperasi, sementara rumah pompa di Kali Tenggang tengah diperbaiki agar bisa menampung debit air hingga 6.000 lps.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat di Demak, Genuk, dan pengendara yang terdampak. Upaya percepatan terus kami lakukan. Insyaallah setelah rumah pompa berkapasitas 6.000 lps di Kali Tenggang berfungsi penuh, genangan bisa lebih cepat terurai,” jelasnya.

Gus Yasin menambahkan, untuk wilayah sekitar RS Sultan Agung dan Universitas Sultan Agung, Pemprov telah melakukan koordinasi guna mencari solusi terbaik.

Sementara kawasan industri Terboyo relatif aman, hanya memerlukan langkah evakuasi terbatas bagi karyawan yang bekerja.

“Dapur umum di tiap kelurahan sudah disiapkan. Kami juga mengerahkan alat berat untuk pengerukan sungai, dan bersama BBWS terus memantau pompa di Sungai Tenggang dan Sringin agar berfungsi optimal,” katanya.

Berdasarkan data dari BMKG, intensitas hujan di wilayah Jawa Tengah pada Oktober ini meningkat signifikan.

Meski teknologi modifikasi cuaca telah diterapkan, Gus Yasin menyebut belum bisa menjangkau seluruh wilayah terdampak.

Selain penggunaan pompa dan tanggul laut, Wagub juga menyoroti pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Selain percepatan pembangunan tanggul laut Semarang–Demak yang ditargetkan berfungsi pada Desember nanti, budaya buang sampah sembarangan harus diubah. Drainase juga perlu dibenahi agar air tidak terjebak,” terangnya.

Ia juga mengimbau masyarakat di kawasan atas Semarang untuk menambah area hijau melalui penanaman pohon sebagai upaya menahan limpasan air.

Dari hasil pantauan lapangan pada Sabtu malam (25/10/2025), genangan air di ruas Jalan Kaligawe hingga Sayung mulai surut.

Arus lalu lintas di sekitar RS Unissula dan depan pabrik Polytron perlahan pulih, meski kendaraan kecil masih diimbau berhati-hati karena kondisi jalan yang belum sepenuhnya aman.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi telah menginstruksikan seluruh dinas dan lembaga terkait untuk turun langsung membantu warga terdampak banjir.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan, menyebutkan bahwa tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan telah menyiapkan dapur umum serta menyalurkan bantuan logistik ke berbagai titik.

Sementara itu, Kepala Pusdataru Jateng, Henggar Budi Anggoro, menjelaskan delapan unit pompa telah beroperasi sejak Jumat (24/10/2025) dengan kapasitas total mencapai 1.900 liter per detik dan bekerja 24 jam penuh di sejumlah lokasi, termasuk Kali Tenggang, Terboyo, dan Kali Sringin.

“Sekitar 25 ribu kepala keluarga atau 46 ribu jiwa terdampak banjir di kawasan Kaligawe dan Demak. Kami terus berkoordinasi agar kebutuhan dasar warga, terutama makanan dan kesehatan, tetap terpenuhi,” pungkas Gus Yasin. (rs)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Tawuran di Jalan Raya Tuntang, Polisi Amankan Sejumlah Remaja

15 Maret 2026 - 17:26 WIB

Hari ke-2 Operasi Ketupat Candi 2026, 31.703 Kendaraan Masuk Jateng Lewat GT Kalikangkung

15 Maret 2026 - 17:02 WIB

Mudik Gratis Jateng 2026 Siap Berangkat, 325 Bus dan Awak Lulus Pemeriksaan

15 Maret 2026 - 16:43 WIB

Hadapi Arus Mudik 2026, Telkomsel Perkuat Jaringan dan Posko Layanan di Jawa Bali

15 Maret 2026 - 15:12 WIB

Telkomsel mudik 2026, jaringan Telkomsel Lebaran, Telkomsel RAFI 2026, posko Telkomsel mudik, jaringan Telkomsel Jawa Bali, Telkomsel siaga Lebaran, BTS mobile Telkomsel, layanan Telkomsel Ramadan

Polres Demak Tertibkan Balap Liar di Jalan Lingkar Terminal Baru, 114 Remaja Diamankan 

15 Maret 2026 - 12:22 WIB

OSIS SMPN 1 Bumiayu Gelar Safari Ramadan, Bagikan Ribuan Takjil untuk Warga

15 Maret 2026 - 12:10 WIB

Trending di Daerah