SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat memenuhi kebutuhan warga yang terdampak banjir di sejumlah wilayah Kota Semarang. Tak hanya menyalurkan bantuan logistik, Pemprov juga mendirikan dapur umum di titik-titik pengungsian guna menyediakan makanan siap saji bagi para korban.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, menyampaikan bahwa pihaknya kini fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama penyediaan makanan.
Selain itu, berbagai bantuan lain seperti family kit, perlengkapan anak, kasur lipat, hingga kebutuhan logistik juga telah disalurkan.
“Pemprov Jateng bekerja sama dengan Kementerian Sosial dan berbagai pihak terkait untuk memastikan dapur umum beroperasi optimal,” ujarnya, Rabu (29/10/2025).
Beberapa dapur umum telah didirikan, di antaranya di Kantor Dinsos Jateng dan Kantor Kelurahan Tlogosari Kulon. Di lokasi tersebut, Taruna Siaga Bencana (Tagana) dikerahkan untuk menyiapkan berbagai menu makanan bagi para pengungsi.
Kapasitas tiap dapur umum bervariasi antara 1.000 hingga 3.000 bungkus makanan per hari, tergantung pada kebutuhan wilayah. Beberapa kelurahan bahkan turut mendirikan dapur umum mandiri.
Menurut data sementara, sedikitnya 5.000 jiwa terdampak banjir di Kecamatan Pedurungan.
Dari jumlah itu, tercatat 99 warga mengungsi ke sejumlah titik, seperti Balai Kelurahan Muktiharjo Kidul (22 jiwa), Masjid Kampus USM (17 jiwa), Masjid Al Islah Genuk (46 jiwa), Mushola Baiturrahman Genuk (11 jiwa), dan Mushola Al-Huda Genuksari (3 jiwa).
Sebagian warga lainnya memilih bertahan di rumah masing-masing atau mengungsi ke rumah keluarga.
Imam menambahkan, total bantuan yang telah disalurkan di Kota Semarang mencapai sekitar Rp600 juta, terdiri dari empat ton beras, makanan siap saji, perlengkapan tidur, dan bantuan lainnya.
“Kami pastikan seluruh bantuan sudah terdistribusi, termasuk kepada personel SAR yang terlibat dalam penanganan di lapangan,” katanya.
Salah satu warga Muktiharjo Kidul, Ani, menceritakan bahwa air mulai naik pada Selasa (28/10/2025) sore dengan ketinggian mencapai paha orang dewasa.
“Saya memilih mengungsi karena khawatir air makin tinggi. Saat magrib, kami diangkut pakai jip ke tempat pengungsian,” tuturnya.
Setibanya di lokasi, Ani dan keluarganya langsung mendapat pemeriksaan kesehatan dari tim Dinas Kesehatan Kota Semarang serta menerima makanan siap saji, family kit, kasur, dan selimut dari Dinsos Jateng.
“Alhamdulillah, semuanya lengkap. Pelayanan juga cepat dan ramah,” ujarnya.
Warga lain, Tati Mulyati, menuturkan hal serupa. Ia mengaku puas dengan penanganan di pengungsian.
“Makanan, obat-obatan, dan kebutuhan harian semua tersedia. Petugas tanggap banget membantu kami,” katanya.
Keduanya berharap banjir di wilayah Muktiharjo Kidul dan sekitarnya segera surut agar warga dapat kembali beraktivitas seperti biasa.
Pemerintah Provinsi pun menegaskan akan terus memantau situasi dan memperkuat koordinasi antarinstansi hingga kondisi benar-benar pulih. (di)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.