Menu

Mode Gelap
 

Headline · 18 Feb 2025 13:24 WIB

Pemkot Semarang, BRIN, dan Mitra Strategis Dorong Ketahanan Pangan Berkelanjutan


					Pemkot Semarang, BRIN, dan Mitra Strategis Dorong Ketahanan Pangan Berkelanjutan Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menjalin kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta sejumlah mitra strategis untuk memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan.

Program ini menggandeng berbagai pihak, termasuk Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Gadjah Mada (UGM), Garuda Food, Lembaga Pemasyarakatan Klas I Semarang, serta kelompok tani dan petani milenial.

Fokus utama program ini adalah pengembangan Kawasan Manajemen Pangan yang berpusat di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Mijen.

Dengan memanfaatkan teknologi pertanian modern, program ini bertujuan meningkatkan produksi pangan berkualitas tinggi secara efisien dan ramah lingkungan.

Beberapa komoditas unggulan yang akan dibudidayakan mencakup bawang merah, cabai, jagung, padi, dan kacang tanah.

Selain meningkatkan hasil pertanian, program ini juga memperkenalkan metode budidaya berkelanjutan yang menjaga keseimbangan ekosistem.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

“Kami ingin memastikan ketahanan pangan di Kota Semarang tidak hanya mencukupi kebutuhan warga, tetapi juga mendukung pertanian yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan,” ujarnya.

Di kawasan BPP Mijen, pendekatan Integrated Farming System (IFS) akan diterapkan untuk mengintegrasikan berbagai komoditas dalam satu ekosistem yang lebih efisien.

Model pertanian ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mengedepankan prinsip-prinsip kearifan lokal dalam pengelolaannya.

Selain itu, program ini mengedepankan sejumlah inovasi, di antaranya:

  1. Varietas Padi Gamagora – Padi unggulan yang memiliki masa tanam 107 hari dengan potensi hasil panen hingga 12 ton per hektare.
  2. Teknologi Pupuk Organik – Dikembangkan oleh BRIN dan UNDIP, pupuk ini mengurangi ketergantungan pada bahan kimia, menekan biaya produksi, serta memperbaiki kualitas tanah.
  3. Integrated Farming System (IFS) – Model pertanian terpadu yang mengoptimalkan hasil panen dengan pendekatan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
  4. Big Data Pertanian – Pemanfaatan teknologi data untuk perencanaan dan pengelolaan sektor pangan yang lebih efektif dan presisi.

Mitra industri seperti Garuda Food turut berperan dalam memastikan keberlanjutan program ini dengan berkomitmen menyerap hasil panen petani, terutama komoditas kacang tanah.

Hal ini bertujuan menciptakan pasar yang stabil dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Melalui kerja sama ini, Pemkot Semarang berharap dapat menciptakan model pertanian berkelanjutan yang dapat menjadi contoh bagi daerah lain.

“Program ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan lokal, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan nasional yang lebih berkelanjutan,” pungkas Wali Kota. (day)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Tawuran Perang Sarung di Mranggen Berujung Pembacokan, Tiga Remaja Diamankan Polisi

15 Maret 2026 - 20:19 WIB

Korsleting Sepeda Motor Picu Kebakaran, Rumah Triningsih dan Dua Motor Hangus

15 Maret 2026 - 19:36 WIB

325 Bus Siap Angkut 16 Ribu Pemudik, Armada Mudik Gratis Jateng Mulai Berdatangan di TMII

15 Maret 2026 - 18:00 WIB

Dua Kendaraan Pemudik Terlibat Kecelakaan di Tol Semarang–Solo, Dua Penumpang Luka

15 Maret 2026 - 17:43 WIB

Tawuran di Jalan Raya Tuntang, Polisi Amankan Sejumlah Remaja

15 Maret 2026 - 17:26 WIB

Hari ke-2 Operasi Ketupat Candi 2026, 31.703 Kendaraan Masuk Jateng Lewat GT Kalikangkung

15 Maret 2026 - 17:02 WIB

Trending di KABAR JATENG