Menu

Mode Gelap
 

Headline · 17 Feb 2025 19:37 WIB

Pangdam IV/Diponegoro Resmikan Jembatan Gantung Merah Putih di Batang 


					Pangdam IV/Diponegoro Resmikan Jembatan Gantung Merah Putih di Batang  Perbesar

BATANG, Kabarjateng.id – Setelah 38 tahun menanti, warga Desa Kranggan dan Kebumen akhirnya memiliki jembatan gantung penghubung yang dibangun melalui kolaborasi antara Kodam IV/Diponegoro dan Pemerintah Kabupaten Batang.

Jembatan gantung sepanjang 60 meter dengan lebar 1,7 meter ini mampu menahan beban hingga 4 ton, sehingga mempermudah mobilitas masyarakat setempat.

Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P., M.Si., menyatakan bahwa kehadiran Jembatan Gantung Merah Putih akan memangkas waktu perjalanan secara signifikan.

Kini, warga tidak perlu lagi mengambil rute memutar untuk mencapai Desa Kebumen atau Kranggan.

“Dengan adanya jembatan ini, distribusi hasil panen menjadi lebih cepat, dan akses para pelajar ke sekolah pun semakin mudah tanpa harus menyeberangi sungai,” ujarnya saat meresmikan jembatan di Desa Kranggan, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, Senin (17/2/2025).

Mayjen Deddy menegaskan bahwa jembatan ini merupakan yang ke-10 di wilayah Jawa Tengah yang dibangun atas kerja sama antara TNI dan masyarakat.

“Nama ‘Jembatan Gantung Merah Putih’ dipilih karena mencerminkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Saya berharap masyarakat dapat menjaga fasilitas ini dengan baik, karena pembangunannya tidaklah mudah. Namun, berkat sinergi berbagai pihak, jembatan ini dapat diselesaikan dengan cepat,” pesannya.

Penjabat Bupati Batang, Dra. Lani Dwi Rejeki, M.M., mengapresiasi pembangunan jembatan yang sangat bermanfaat bagi warga dalam mengakses fasilitas pendidikan, kesehatan, serta kegiatan ekonomi.

“Pembangunan ini berawal dari inisiatif Dandim Batang yang kemudian mendapat dukungan dari berbagai pihak hingga akhirnya terwujud,” jelasnya.

Kepala Desa Kranggan, Arifiyanto, menyampaikan bahwa keberadaan jembatan ini telah memangkas waktu perjalanan warga menuju Desa Kebumen.

Sebelumnya, mereka harus melalui empat desa, yakni Tanjungsari, Tersono, Harjowinangun Barat, dan Pujut, dengan jarak tempuh 8 kilometer dalam waktu sekitar 20 menit.

“Sekarang, perjalanan hanya membutuhkan 3 menit,” ungkapnya.

Dampak positif pembangunan jembatan ini juga dirasakan dalam sektor ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

Warga kini dapat lebih mudah mendistribusikan hasil bumi serta mengakses sekolah dan fasilitas medis.

Setelah penantian sejak tahun 1986, jembatan ini akhirnya menjadi kenyataan dan disambut antusias oleh masyarakat.

Salah satu tenaga pengajar di MI Muhammadiyah Kranggan, Mutiah, menyampaikan rasa syukurnya atas kemudahan akses bagi para siswa.

“Dulu, anak-anak harus menyeberangi sungai dengan melepas sepatu sehingga sering terlambat ke sekolah. Kini, mereka bisa sampai lebih cepat dan lebih aman,” tuturnya.

Senada dengan itu, Safitri, warga Desa Kebumen, juga merasa bersyukur dengan adanya jembatan penghubung ini.

“Sebelumnya, kami harus memutar melalui Desa Pujut dengan waktu tempuh 20 menit. Sekarang, cukup 5 menit sudah sampai,” katanya dengan penuh rasa syukur. (di)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Hadapi Arus Mudik 2026, Telkomsel Perkuat Jaringan dan Posko Layanan di Jawa Bali

15 Maret 2026 - 15:12 WIB

Telkomsel mudik 2026, jaringan Telkomsel Lebaran, Telkomsel RAFI 2026, posko Telkomsel mudik, jaringan Telkomsel Jawa Bali, Telkomsel siaga Lebaran, BTS mobile Telkomsel, layanan Telkomsel Ramadan

Polres Demak Tertibkan Balap Liar di Jalan Lingkar Terminal Baru, 114 Remaja Diamankan 

15 Maret 2026 - 12:22 WIB

OSIS SMPN 1 Bumiayu Gelar Safari Ramadan, Bagikan Ribuan Takjil untuk Warga

15 Maret 2026 - 12:10 WIB

Polda Jateng Ingatkan Pemudik Tidak Berhenti di Bahu Jalan Tol

15 Maret 2026 - 09:24 WIB

Kapolres Kendal Tinjau Pos Pengamanan, Pastikan Mudik Lancar

15 Maret 2026 - 09:02 WIB

Warga Brangkongan Geger, Seorang Pria Tewas di Atas Pohon Kelapa

15 Maret 2026 - 06:34 WIB

Trending di Daerah