DEMAK, Kabarjateng.id – Sebuah video yang memperlihatkan mobil dinas berpelat merah terparkir di depan tempat karaoke Metro 3, Desa Trengguli, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, mendadak viral di media sosial, khususnya TikTok.
Dalam rekaman tersebut tampak sebuah mobil Xpander hitam dengan nomor polisi H 1433 XE berada di pinggir jalan, tepat di depan bangunan tempat hiburan malam.
Mobil itu diketahui merupakan kendaraan siaga milik Pemerintah Desa Geneng, Kecamatan Mijen, yang seharusnya digunakan untuk kepentingan sosial masyarakat.
Plt Sekretaris Kecamatan Mijen, Uditya Yayang Wulandari, membenarkan bahwa kendaraan tersebut adalah mobil siaga Desa Geneng.
Ia menegaskan mobil tidak sedang dipakai perangkat desa, melainkan dipinjam warga yang hendak mengantar orang sakit pada Minggu (7/9/2025).
“Berdasarkan keterangan kepala desa, mobil diambil dari balai desa menjelang Maghrib untuk keperluan mengantar warga sakit ke rumah sakit. Namun setelah itu, ternyata sempat berhenti di lokasi karaoke,” jelas Yayang saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (12/9/2025) malam.
Ia menambahkan, mobil siaga memang kerap digunakan masyarakat untuk kebutuhan darurat, termasuk membawa pasien ke fasilitas kesehatan.
Meski begitu, Yayang menyayangkan mobil tersebut sempat terlihat di depan tempat hiburan malam, sehingga menimbulkan kesalahpahaman publik.
“Sayangnya, narasi di media sosial sudah terlanjur menyebut seolah perangkat desa yang memanfaatkan mobil dinas untuk karaoke,” tegasnya.
Belakangan, fakta baru terungkap. Pengguna mobil itu adalah Moh Khairul Afendi alias Pendi (28), warga Desa Geneng.
Dalam sebuah video klarifikasi yang beredar, Pendi mengakui dirinya yang membawa kendaraan tersebut.
“Benar, mobil siaga saya yang bawa untuk mengantar warga sakit ke RSUD Sunan Kalijaga Demak. Saat perjalanan pulang saya mampir ke karaoke. Untuk itu saya meminta maaf kepada Kepala Desa dan masyarakat Geneng,” ucap Pendi dalam pernyataannya.
Ia menegaskan tidak akan mengulangi perbuatannya. “Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Pernyataan ini saya buat dengan penuh kesadaran,” tambahnya.
Meski sudah ada klarifikasi, sejumlah warga tetap menyoroti insiden ini. Mereka berharap mobil siaga digunakan sebagaimana mestinya.
“Kalau untuk masyarakat yang membutuhkan, apalagi darurat, tentu sangat bermanfaat. Tapi kalau sampai dibawa ke tempat karaoke, jelas bentuk penyalahgunaan,” ungkap seorang warga Geneng yang enggan disebutkan namanya. (rs)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.