BANYUMAS, Kabarjateng.id – Latihan Posko I Korem 071/Wijayakusuma bertajuk “Dharma Giri 25” Tahun Anggaran 2025 resmi berakhir. Penutupan kegiatan tersebut dipimpin oleh Danrindam IV/Diponegoro Brigjen TNI Hindratno Devidanto, S.E., M.M., M.Han., mewakili Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., di Gedung Jenderal A. Yani Makorem 071/Wijayakusuma, Banyumas, Jumat (24/10/2025).
Latihan Posko I ini merupakan bagian dari program pembinaan kemampuan satuan di lingkungan Kodam IV/Diponegoro.
Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan Komandan dan Staf Korem 071/Wijayakusuma dalam menjalankan mekanisme kerja pos komando (posko), khususnya saat menghadapi situasi darurat akibat bencana alam seperti letusan gunung berapi yang disimulasikan dalam latihan.
Dalam amanat yang dibacakan oleh Danrindam, Pangdam IV/Diponegoro menekankan pentingnya pemahaman terhadap Proses Pengambilan Keputusan Militer (PPKM) secara cepat, tepat, dan sistematis.
Hal tersebut menjadi kunci agar setiap prajurit mampu merespons dinamika situasi di lapangan, baik dalam kondisi bencana alam maupun potensi kontinjensi lainnya di wilayah tugas masing-masing.
Selama tiga hari pelaksanaan, latihan ini tidak hanya menguji kesiapsiagaan dan kemampuan analisis para perwira, tetapi juga mengukur sinergi antarlembaga dalam operasi bantuan kemanusiaan.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terbentuk pola kerja terpadu antara TNI, pemerintah daerah, dan unsur terkait lainnya dalam menghadapi ancaman bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Kodam IV/Diponegoro menegaskan komitmennya untuk terus mengasah profesionalisme prajurit dan meningkatkan kesiapan operasional satuan di seluruh jajaran.
Upaya ini merupakan bagian dari tugas pokok TNI Angkatan Darat, sekaligus bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pemerintah daerah menjaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Jawa Tengah. (ajp)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.