SLAWI, Kabarjateng.id – Kapolres Tegal, AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H., melakukan silaturahmi dengan jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tegal pada Kamis (25/9/2025).
Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan antara kepolisian dan tokoh agama sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.
Rombongan Kapolres disambut langsung oleh Ketua PCNU Kabupaten Tegal, H. Khozi’in, S.Pd., bersama sejumlah pengurus.
Suasana hangat dan penuh keakraban terasa sejak awal pertemuan, mencerminkan kuatnya ikatan antara Polri dengan para ulama di wilayah tersebut.
Dalam dialognya, Kapolres Bayu menegaskan bahwa peran tokoh agama sangat vital dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui khutbah, pengajian, hingga kegiatan sosial, para ulama dinilai mampu mengarahkan umat untuk selalu menjaga kerukunan, toleransi, dan menciptakan lingkungan yang damai.
“Polri tidak bisa berjalan sendiri dalam menjaga kamtibmas. Dukungan tokoh agama menjadi kunci agar suasana di masyarakat tetap kondusif. Kami berharap sinergi yang sudah terbangun ini terus diperkuat menghadapi berbagai tantangan ke depan,” ungkap Kapolres.
Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Tegal, H. Khozi’in, menyambut positif langkah silaturahmi ini. Ia menegaskan bahwa NU siap berkolaborasi dengan Polres Tegal dalam upaya menciptakan stabilitas di tengah masyarakat.
Menurutnya, persatuan antara ulama dan pemimpin pemerintahan merupakan fondasi penting dalam menjaga ketentraman warga.
“PCNU berkomitmen untuk terus memberikan edukasi kepada umat, terutama dalam menanamkan nilai persaudaraan, cinta damai, dan menjauhi konflik. Jika ulama dan umara berjalan beriringan, insya Allah masyarakat akan merasa aman,” ujar Khozi’in.
Plt. Kasihumas Polres Tegal, Ipda Komarudin, S.H., menambahkan bahwa silaturahmi ini juga menjadi bagian dari strategi Polres untuk memperkuat kemitraan dengan seluruh lapisan masyarakat.
Ia menilai komunikasi yang terjalin secara intens dengan tokoh agama akan memudahkan penyelesaian persoalan di lapangan, sekaligus mencegah potensi konflik.
Pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan ini juga membahas isu-isu penting seperti pencegahan radikalisme, penanggulangan hoaks, serta peningkatan kesadaran hukum di masyarakat.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan serta keselamatan bagi Kabupaten Tegal.
Melalui langkah silaturahmi semacam ini, diharapkan hubungan Polri dan tokoh agama semakin solid, sehingga terwujud masyarakat yang aman, harmonis, dan sejahtera dengan semangat gotong royong. (Pry)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.