Menu

Mode Gelap
 

Headline · 31 Okt 2025 19:23 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Genjot Program Speling untuk Atasi Stunting dan TBC di Jateng


					Gubernur Ahmad Luthfi Genjot Program Speling untuk Atasi Stunting dan TBC di Jateng Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Permasalahan stunting dan tuberkulosis (TBC) masih menjadi tantangan besar di sektor kesehatan Indonesia. Pemerintah pusat maupun daerah diminta mempercepat langkah penanganan kedua isu tersebut secara terpadu dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, usai membuka Forum Ilmiah Tahunan dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jumat (31/10/2025). Acara tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

“Masalah stunting dan TBC adalah tanggung jawab kita bersama. Presiden sudah menegaskan perlunya percepatan penanganan yang konkret dan terukur,” ujar Pratikno.

Ia menambahkan, para Ahli Kesehatan Masyarakat (AKM) memiliki peran strategis dalam upaya ini, bukan hanya dari sisi medis, tetapi juga dalam pendekatan sosial, perilaku, dan gaya hidup masyarakat.

Selain itu, Pratikno juga menyoroti meningkatnya potensi penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang menular dari hewan ke manusia, seperti rabies di Nusa Tenggara Timur (NTT), malaria, dan demam berdarah.

“Pendekatan kesehatan masyarakat harus menyeluruh, termasuk memperhatikan kesehatan hewan dan lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan penanganan masalah kesehatan sangat bergantung pada sinergi lintas sektor.

Ia mencontohkan langkah Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang aktif mendorong kolaborasi antarinstansi melalui program Speling (Spesialis Keliling) serta berbagai inisiatif pengentasan kemiskinan.

“Gubernur Jateng ini luar biasa aktif. Ia mampu mengintegrasikan program di lapangan, melibatkan kampus, tenaga medis, dan masyarakat untuk bergerak bersama,” puji Pratikno.

Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa kesehatan dan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah provinsi.

Melalui program Speling, Pemprov Jateng menghadirkan layanan dokter spesialis yang menjangkau wilayah pedesaan dan daerah terpencil.

Hingga pertengahan Oktober 2025, program Speling telah menyentuh 595 desa di 35 kabupaten/kota, dengan lebih dari 64 ribu warga memperoleh manfaat langsung dari layanan medis tersebut.

Luthfi juga menjelaskan bahwa dalam kegiatan Speling, dilakukan skrining penderita TBC dengan menggunakan alat portable untuk deteksi dini.

Namun, ia mengakui ketersediaan alat masih terbatas sehingga perlu penambahan unit agar jangkauan layanan semakin luas.

“Program Speling benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Untuk penanganan TBC, kami masih membutuhkan lebih banyak alat yang bisa mobile sampai ke desa-desa,” terangnya.

Sebagai upaya memperkuat sistem layanan kesehatan, Pemprov Jateng juga membangun kerja sama antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, rumah sakit negeri dan swasta, serta kalangan akademisi.

“Kami juga melibatkan mahasiswa melalui KKN tematik bidang kesehatan agar partisipasi masyarakat semakin luas,” tambahnya. (rs)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Mudik Gratis Jateng, Kisah Sopir Bus Mengantar Rindu Pemudik

16 Maret 2026 - 08:37 WIB

Ammy Amalia Jabat Plt Bupati Cilacap, Pemkab Pastikan Pelayanan Publik Tetap Optimal

16 Maret 2026 - 08:23 WIB

Antisipasi Tawuran, Polres Kendal Perkuat Patroli Dini Hari Jelang Idulfitri 1447 H

16 Maret 2026 - 04:50 WIB

Satgas GRIB Jaya DPD Jateng Tebar Ribuan Takjil untuk Warga Genuk Semarang

16 Maret 2026 - 04:33 WIB

Sambut Lebaran, UPZ Lazisma MAJT Salurkan 507 Paket Zakat dan Sembako untuk Warga Duafa

16 Maret 2026 - 04:02 WIB

Polres Tegal Salurkan Bantuan Sembako kepada Pengungsi Tanah Bergerak Desa Padasari

16 Maret 2026 - 03:33 WIB

Trending di Berita Polri