GROBOGAN, Kabarjateng.id – Profesi petani masih belum menjadi pilihan utama bagi banyak generasi muda. Kondisi ini mendorong Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PKB, Niken Mayasari, untuk menyerukan perhatian lebih dari pemerintah terhadap para petani muda.
Pesan tersebut ia sampaikan saat kegiatan reses masa sidang pertama tahun anggaran 2025–2026 di Dusun Ragem, Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Rabu (15/10/2025).
Menurut Niken, banyak anak muda memandang profesi petani kurang menjanjikan dibanding pekerjaan lain seperti karyawan kantoran, buruh pabrik, maupun sektor jasa.
Padahal, sektor pertanian memegang peran vital dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Generasi muda banyak yang menganggap menjadi petani itu tidak menarik. Mereka cenderung memilih sektor lain. Padahal pertanian sangat penting bagi keberlangsungan hidup bangsa,” jelasnya dalam rilis yang disampaikan, Kamis (16/10/2025).
Wakil rakyat dari daerah pemilihan Grobogan dan Blora ini menilai bahwa pertanian sesungguhnya dapat menjadi bidang yang prospektif jika pemerintah daerah di semua tingkatan memberikan dukungan yang serius.
Bentuk perhatian tersebut dapat berupa pelatihan modernisasi pertanian, kemudahan akses permodalan, serta penyediaan ruang inovasi bagi anak muda.
“Kami berharap profesi petani bisa menjadi profesi yang modern, menjanjikan, dan mampu memberikan masa depan cerah bagi generasi penerus,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Niken turut mengapresiasi gerakan Petani Muda Kreatif yang tumbuh di wilayah Wirosari.
Menurutnya, inisiatif ini menunjukkan bahwa anak muda memiliki peran besar dalam menggerakkan sektor pertanian melalui kreativitas dan inovasi.
Salah satu peserta reses, Supriyono, juga menyampaikan aspirasinya agar pemerintah membuka peluang yang lebih luas bagi anak muda untuk mengembangkan ide-ide pertanian.
“Kami ingin diberi ruang dan dukungan agar bisa menciptakan inovasi baru untuk pertanian. Anak muda banyak ide, tinggal bagaimana pemerintah memberi kesempatan,” ujarnya.
Niken memastikan akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat tersebut dengan memperjuangkan kebijakan yang lebih berpihak pada generasi muda dalam program pertanian ke depan.
“Regenerasi petani harus berjalan baik agar keberlanjutan pertanian dapat terjaga,” tandasnya.
Kegiatan reses ini menjadi bagian dari rangkaian agenda penyerapan aspirasi masyarakat yang dilakukan Niken Mayasari mulai 13 hingga 20 Oktober 2025 di berbagai wilayah Jawa Tengah. (af)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.