Menu

Mode Gelap
 

Headline · 30 Okt 2025 06:17 WIB

BUMD Jateng dan Undip Kolaborasi Bangun Desalinasi Skala Besar untuk Atasi Rob dan Banjir di Pantura


					BUMD Jateng dan Undip Kolaborasi Bangun Desalinasi Skala Besar untuk Atasi Rob dan Banjir di Pantura Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Upaya penanganan rob dan banjir yang kerap melanda wilayah pesisir utara Jawa Tengah terus dilakukan melalui berbagai inovasi.

Salah satu solusi yang kini tengah dikembangkan adalah pembangunan sistem desalinasi air laut skala besar, yang tidak hanya berfungsi mengatasi genangan air tetapi juga menyediakan pasokan air bersih bagi kawasan industri.

Gagasan tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Membangun Desalinasi Skala Besar untuk Industri Hijau dan Penanganan Rob di Jawa Tengah” yang diselenggarakan oleh Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Departemen Politik dan Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Diponegoro (Undip), pada Selasa (29/10/2025).

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Undip Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik, Wijayanto, Ph.D, dengan menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Prof. I Nyoman Widiasa (pakar desalinasi Undip), Dr. Aji Setya Budi (Direktur Utama BUMD PT Tirta Utama Jawa Tengah), Drs. Setyo Adi P., M.M. (Chief Operational Officer Jateng Land), serta Dr. Zulkifli (Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah Jawa Tengah). Diskusi tersebut dipandu oleh Dr. Dewi Erowati, pakar desentralisasi pemerintahan.

Dalam paparannya, Prof. I Nyoman Widiasa menjelaskan hasil kajiannya di sejumlah negara yang menunjukkan bahwa kolam retensi di wilayah pesisir seperti Demak memiliki potensi besar untuk dioptimalkan.

Menurutnya, air payau yang tertampung di kolam retensi bisa diolah melalui sistem desalinasi menjadi air layak minum. Selain menghasilkan air bersih, langkah tersebut juga berfungsi ganda dalam mengurangi dampak rob dan banjir.

“Desalinasi dengan memanfaatkan kolam retensi bisa menjadi bagian dari strategi penanganan rob yang holistik, melengkapi langkah lain seperti pembangunan sea wall, normalisasi sungai, hingga revitalisasi tambak,” ujar Prof. Nyoman.

Sementara itu, Dr. Aji Setya Budi, Direktur Utama PT Tirta Utama Jawa Tengah, menegaskan kesiapan perusahaannya untuk menjadi pelopor dalam pengembangan desalinasi skala besar.

Ia menyebut pengalaman PT Tirta Utama dalam mengelola wilayah dengan tantangan kompleks menjadi modal kuat untuk merealisasikan proyek ini.

“Desalinasi dari kolam retensi tidak hanya bermanfaat bagi kawasan industri pantura, tapi juga berpotensi memasok air bersih hingga wilayah Kabupaten Kudus. Potensi listrik di kawasan tersebut juga mendukung pengoperasian sistem ini secara ekonomis,” jelasnya.

Senada dengan itu, Dr. Zulkifli, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah Jawa Tengah, menambahkan bahwa keberhasilan program desalinasi skala kecil di Pekalongan, Brebes, dan Demak menjadi dasar kuat untuk mengembangkannya ke tingkat yang lebih luas.

“Sudah saatnya desalinasi dikembangkan dalam skala besar, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar air bersih, tetapi juga sebagai solusi jangka panjang mengatasi masalah lingkungan di 17 kabupaten/kota pesisir Jawa Tengah,” ujarnya.

Menutup kegiatan, Wijayanto, Ph.D menegaskan komitmen Undip dalam mengimplementasikan hasil riset menjadi inovasi nyata bagi masyarakat.

“Teknologi desalinasi yang dikembangkan Undip telah diaplikasikan di berbagai daerah, termasuk oleh BNPB. Kami ingin riset tidak berhenti di jurnal, tapi memberi manfaat langsung bagi publik,” tandasnya. (di)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Jelang Lebaran 2026, Pemprov Jateng Percepat Perbaikan Jalan hingga Akses Wisata

15 Maret 2026 - 00:00 WIB

PWDPI Kota Semarang Berbagi Takjil dan Pererat Silaturahmi Lewat Buka Puasa Bersama

14 Maret 2026 - 23:47 WIB

Jalur Tengah Jateng Siap Layani Arus Mudik Lebaran 2026

14 Maret 2026 - 23:19 WIB

Personel Polda Jawa Tengah Sigap Menolong Pemudik di Jalur Mudik

14 Maret 2026 - 22:26 WIB

Pemudik Apresiasi Bantuan Polisi Saat Alami Ban Pecah di Tol

14 Maret 2026 - 21:42 WIB

Polres Klaten Ungkap Kasus Pemerkosaan Perempuan Disabilitas

14 Maret 2026 - 20:55 WIB

Trending di Hukum & Kriminal