SALATIGA, Kabarjateng.id – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Semarang kembali melanjutkan inovasi program BRILIAN BASSAMA (Bimbingan Kepribadian dan Kemandirian Keliling) dengan menyasar Kota Salatiga, Selasa (22/7/2025) kemarin.
Kegiatan pembimbingan kali ini menggandeng UMKM Singkong Keju D-9 sebagai mitra, dan berlangsung di tempat usaha tersebut.
Program ini bertujuan untuk mendukung proses pembinaan dan reintegrasi sosial bagi klien pemasyarakatan secara berkelanjutan.
Sebanyak 16 klien pemasyarakatan ikut serta dalam kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Karakter: Menjadi Pribadi Tangguh” serta dilengkapi pelatihan keterampilan pengolahan aneka olahan dari singkong.
Kegiatan ini turut dihadiri pemilik Singkong Keju D-9, mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES), taruna dari POLTEKPIN, serta Pembimbing Kemasyarakatan dan staf dari Bapas Semarang.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari pemilik usaha Singkong Keju D-9, Hardadi, yang menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan pembinaan yang melibatkan elemen masyarakat.
Ia menekankan pentingnya dukungan komunitas dalam menciptakan ruang yang inklusif bagi mantan warga binaan agar dapat diterima dan berkembang di masyarakat.
Kepala Bapas Kelas I Semarang, Totok Budiyanto, secara resmi membuka kegiatan.
Dalam sambutannya, Totok menyampaikan apresiasi atas kemitraan yang terjalin dan menekankan bahwa keterampilan yang diajarkan dalam pelatihan ini dapat menjadi modal penting bagi klien untuk mandiri secara ekonomi.
Ia mencontohkan, bahan seperti singkong yang tampak sederhana bisa memiliki nilai jual tinggi bila diolah dengan tepat.
“Kegiatan ini sejalan dengan program prioritas nasional dalam memperkuat ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Harapannya, pendekatan pembinaan berbasis komunitas seperti ini bisa terus dikembangkan di wilayah lain, seperti Semarang, Kendal, dan Demak,” ungkap Totok.
Pelatihan kemandirian diberikan langsung oleh Hardadi yang menjelaskan proses pengolahan singkong menjadi produk bernilai ekonomis. Para peserta juga diajak mengunjungi dapur produksi untuk melihat prosesnya secara langsung.
Sementara itu, materi bimbingan kepribadian disampaikan oleh Catur Yuliwiranto, Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Madya.
Dalam sesi ini, peserta diberi motivasi untuk membangun mental yang kuat dan siap menghadapi kehidupan dengan sikap positif.
Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari peserta. Tingginya antusiasme terlihat dari diskusi yang aktif dan dukungan dari para undangan.
Program ini diharapkan bisa memperkuat kesiapan klien dalam kembali ke tengah masyarakat dengan keterampilan dan karakter yang lebih baik. (ar)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.