REMBANG, Kabarjateng.id – Pemerintah Kabupaten Rembang terus mendorong upaya kebangkitan kawasan wisata Pantai Kartini melalui penguatan fungsi Taman Kartini sebagai pusat aktivitas masyarakat sekaligus daya tarik bagi investor.
Langkah ini dinilai penting agar Taman Kartini kembali menjadi ikon wisata unggulan di Rembang.
Bupati Rembang Harno menyampaikan, Taman Kartini memiliki peran strategis sebagai ruang publik yang dapat menghidupkan kembali Pantai Kartini.
Menurutnya, penguatan aktivitas di Taman Kartini menjadi pintu masuk untuk menarik minat investor agar mau berinvestasi di sektor pariwisata Rembang.
“Melalui berbagai kegiatan di Taman Kartini, kami ingin mengingatkan kembali memori masyarakat tentang Pantai Kartini. Dulu, kawasan ini menjadi tempat favorit warga Rembang untuk berlibur dan berekreasi bersama keluarga,” ujar Bupati Rembang Harno melalui keterangan resmi, dilansir Kabarjateng.id, Minggu (21/12).
Ia menegaskan, aktivitas rutin di Taman Kartini bertujuan menumbuhkan kembali rasa memiliki masyarakat Rembang terhadap kawasan wisata tersebut.
Kehadiran masyarakat di Taman Kartini juga diharapkan menjadi sinyal positif bagi investor bahwa Pantai Kartini masih memiliki potensi ekonomi yang besar.
“Kehadiran masyarakat di Taman Kartini ini sangat penting. Kami ingin mengenalkan kembali kepada generasi muda Rembang bahwa Pantai Kartini adalah wisata kebanggaan daerah yang layak dikembangkan bersama investor,” lanjut Bupati Rembang.
Menurutnya, Pantai Kartini dan Taman Kartini memiliki keunggulan berupa lahan yang luas, lokasi strategis, serta panorama laut yang menarik.
Potensi tersebut dinilai cukup menjanjikan bagi investor yang ingin mengembangkan destinasi wisata terpadu di Rembang.
Namun demikian, Bupati Rembang mengakui bahwa pengelolaan Taman Kartini dan Pantai Kartini dalam beberapa tahun terakhir belum optimal.
Kondisi tersebut membuat kawasan wisata ini kalah bersaing dengan destinasi lain, baik di Rembang maupun daerah sekitar.
“Oleh karena itu, kebangkitan Taman Kartini bukan hanya tugas pemerintah Rembang, tetapi tanggung jawab bersama. Kami membutuhkan dukungan masyarakat sekaligus keterlibatan investor yang memiliki komitmen jangka panjang,” tegasnya.
Bupati Rembang secara terbuka menyampaikan bahwa Pemkab Rembang membuka peluang kerja sama pengelolaan Pantai Kartini dan Taman Kartini dengan investor.
Ia menyebut, kerja sama tersebut akan dilakukan secara transparan melalui mekanisme lelang terbuka.
“Sudah ada penawaran dari investor, namun nilainya belum sebanding dengan potensi Taman Kartini. Minimal Rp400 juta per tahun, dan kami berharap investor yang masuk bisa berani hingga Rp1 miliar agar pengembangan di Rembang benar-benar maksimal,” jelas Bupati Rembang.
Ia berharap, dengan masuknya investor yang tepat, wajah Taman Kartini akan semakin tertata, bersih, dan menarik.
Penataan kawasan ini ditargetkan mulai terlihat signifikan menjelang Syawalan 2026, sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Rembang.
Selain membuka peluang bagi investor, Pemkab Rembang juga menggiatkan berbagai kegiatan publik di Taman Kartini sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat.
Aktivitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan dan menggerakkan roda ekonomi lokal.
Bupati Rembang menegaskan, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan investor menjadi kunci utama agar Taman Kartini kembali bangkit dan berperan sebagai ikon wisata kebanggaan Rembang.
Editor: Wahyu Hamijaya







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.