TEGAL, Kabarjateng.id — Puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-79 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar oleh Pengurus Cabang Muslimat NU Kota Tegal berlangsung khidmat di Pondok Pesantren NU Kota Tegal, Minggu (15/6/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, mengajak seluruh anggota Muslimat NU untuk aktif berperan dalam gerakan peduli lingkungan, sebagai bagian dari jihad lingkungan.
Salah satu inisiatif yang diluncurkan dalam acara tersebut adalah program Mustika Darling, singkatan dari Muslimat Cantik Sadar Lingkungan.
Program ini diinisiasi untuk menumbuhkan kesadaran ekologis di kalangan Muslimat NU.
Menurut Tazkiyyatul, program ini sejalan dengan semangat jihad lingkungan—konsep perjuangan untuk melestarikan alam berdasarkan nilai-nilai keislaman.
“Jihad bukan semata-mata tentang konflik fisik, namun juga mencakup perjuangan moral dan sosial, seperti merawat lingkungan hidup demi keberlangsungan makhluk hidup di bumi,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa jihad lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya milik individu tertentu, melainkan membutuhkan sinergi dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk perempuan sebagai agen perubahan.
Tazkiyyatul juga menyoroti langkah Pemerintah Kota Tegal dalam mendirikan 166 bank sampah di berbagai Rukun Warga (RW) sebagai bagian dari pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Namun, ia mengingatkan bahwa infrastruktur saja tidak cukup. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif warga, khususnya kader Muslimat NU.
Melalui program Mustika Darling, seluruh pengurus dan anggota Muslimat NU diharapkan menjadi pelopor dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Tazkiyyatul mengajak masyarakat untuk membiasakan gerakan 3R (Reduce, Reuse, Recycle), seperti menggunakan kembali kantong plastik belanja atau membawa tas belanja sendiri dari rumah.
“Contoh sederhana, kalau panjenengan belanja, biasakan bawa kantong dari rumah daripada meminta kantong kresek dari penjual. Ini langkah kecil tapi berdampak besar bagi lingkungan,” pungkasnya.
Acara tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat peran perempuan NU dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya di bidang lingkungan hidup. (di)






Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.